UHO Klarifikasi Kasus Perubahan Data Alumni di PDDikti
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Kasus perubahan data akademik secara misterius di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang belakangan viral di media sosial ternyata bukan kejadian pertama. Pihak Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menegaskan, persoalan tersebut berada di luar kendali internal kampus dan sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola pusat PDDikti.
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIK) UHO menjelaskan bahwa seluruh tampilan data yang muncul di laman PDDikti dikendalikan oleh admin pusat PDDikti. Sementara itu, peran PUSTIK kampus hanya sebatas mengirimkan data akademik melalui sistem feeder resmi, seperti PDDikti Feeder dan Neo Feeder.
“PUSTIK UHO hanya mengirim data dalam bentuk feeder, meliputi data mahasiswa, dosen, mata kuliah, hingga nilai. Setelah data terkirim, pengelolaannya berada di bawah kewenangan admin PDDikti pusat,” kata Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman, Senin (29/12/2025).
Ia mengungkapkan, kemunculan data yang tidak sesuai atau kerap disebut sebagai data siluman menjadi persoalan serius karena tidak diketahui siapa pihak yang memasukkannya. Dugaan pun mengarah pada dua kemungkinan, yakni adanya oknum admin ilegal atau sistem PDDikti yang diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami tidak tahu siapa yang memasukkan data tersebut. Bisa saja ada admin siluman, atau bahkan sistem PDDikti diretas. Kejadian seperti ini sangat sulit diantisipasi oleh pihak kampus,” jelasnya.
Kasus terbaru yang viral melibatkan alumni Teknik Sipil UHO angkatan 2017, Ayu Amanda Putri, yang mendapati identitasnya di PDDikti tiba-tiba berubah menjadi pria bernama Basri, yang diduga tidak pernah menjalani aktivitas akademik di UHO.
Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman menambahkan bahwa Ayu Amanda Putri telah melaporkan permasalahan tersebut ke PUSTIK UHO. Namun, keterbatasan akses membuat kampus tidak bisa melakukan perubahan langsung di sistem PDDikti.
“Iye, beliau sudah melapor ke PUSTIK. Tapi kami tidak punya akses untuk mengubah tayangan di PDDikti. Kampus hanya bisa mengirim data melalui feeder,” ujar Ida Usman melalui pesan WhatsApp.
Mantan Dekan Fakultas MIPA UHO itu juga menduga kuat adanya admin siluman yang bermain di balik sistem PDDikti.
“Kemungkinan besar ada admin siluman di PDDikti. Jika ada kejanggalan data, yang bisa kami lakukan hanya melaporkan dan mengajukan perbaikan ke pengelola pusat,” ungkapnya.
Ida Usman mengungkapkan, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di UHO. Sebelumnya, pihak kampus juga pernah menemukan data mahasiswa yang tiba-tiba terdaftar di PDDikti sebagai bagian dari UHO, padahal tidak tercatat dalam basis data internal kampus.
“Ada beberapa kasus seperti ini. Tiba-tiba muncul data mahasiswa terdaftar di UHO, padahal kami tidak memiliki catatan akademiknya sama sekali. Semua tayangan online di PDDikti itu di luar kendali PUSTIK UHO,” tegasnya.
Pihak kampus memastikan bahwa dalam database internal UHO, data Ayu Amanda Putri masih sesuai dan tidak mengalami perubahan. Masalah hanya terjadi pada tampilan data di PDDikti.
“Korban jelas dirugikan. Namun kami tidak bisa melangkah lebih jauh secara hukum karena tidak diketahui siapa pelakunya,” pungkas sumber UHO.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan serta sistem keamanan data di PDDikti sebagai basis data nasional pendidikan tinggi.
Publik pun mendesak Kementerian Pendidikan untuk segera melakukan audit menyeluruh guna menjamin keamanan, validitas, dan integritas data akademik mahasiswa di seluruh Indonesia.









