BEM FH UHO Kendari Apresiasi dan Sindir Temuan Patroli Ditreskrimsus Polda Sultra di Kolaka
KENDARI, sultrainformasi.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Hukum (FH), Universitas Halu Oleo (UHO) memberikan apresiasi terhadap langkah Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melakukan patroli ilegal mining di Kolaka. Namun, BEM FH UHO juga menyampaikan sindiran tajam terkait hasil patroli tersebut yang tidak menemukan adanya aktivitas tambang ilegal, bertolak belakang dengan banyaknya aduan masyarakat.
“Langkah Ditreskrimsus Polda Sultra untuk merespons cepat aduan masyarakat dengan melakukan patroli di Kolaka patut diapresiasi. Namun, hasil temuan tidak menemukan adanya aktivitas tambang ilegal ini sungguh aneh bin ajaib, mengingat banyaknya laporan dan bukti yang disampaikan oleh masyarakat,” kata Ketua BEM FH UHO, Muh. Bissabir kepada sultrainformasi.id, Jumat (02/08/2024).
Muh. Bissabir sapaan Sabir menambahkan bahwa BEM FH UHO merasa ada yang janggal dengan hasil patroli tersebut. Ia menyayangkan karena tidak sejalan dengan realitas lapangan.
“Patroli yang tidak membuahkan hasil seperti ini menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran adanya permainan kotor yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Sabir mengungkapkan bahwa data menunjukkan ada beberapa kasus pertambangan ilegal di Sultra yang pernah dibekingi oleh oknum kepolisian. Misalnya, pada tahun 2022 di Kabupaten Bombana, ditemukan aktivitas tambang emas ilegal yang melibatkan beberapa oknum polisi.
Para oknum ini diduga menerima suap untuk memberikan perlindungan kepada para penambang ilegal. Kasus lainnya terjadi di Kabupaten Konawe pada tahun 2023, di mana ditemukan bahwa sejumlah oknum polisi menerima suap dari operator tambang nikel ilegal.
Kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh tim khusus yang menemukan aliran dana mencurigakan ke rekening beberapa anggota kepolisian .
Lebih lanjut, Sabir mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kinerja Polda Sultra.
“Kami mendesak Kompolnas dan KPK untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif dan memastikan tidak ada oknum yang bermain di balik patroli yang dilakukan. Pengawasan ketat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga,” tambahnya.
BEM FH UHO juga mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan setiap aktivitas tambang ilegal yang mereka temui dan mendesak pihak berwenang untuk transparan dalam menindaklanjuti setiap laporan.
“Penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan adil tanpa ada intervensi atau kongkalikong dari pihak manapun,” tutup Sabir.
Sikap kritis dan apresiasi yang disampaikan BEM FH UHO ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengawal penegakan hukum yang bersih dan transparan di Sultra.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข.๐๐จ๐ฆ, ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.









