Pesawat ATR 42-500 IAT Hilang Kontak di Maros, Satu Korban Ditemukan di Gunung Bulusaraung
NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak Sabtu (17/01/2026) sekira pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Laporan hilang kontak tersebut langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Informasi awal menyebutkan pesawat membawa penumpang dan awak. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan data manifes sempat mengalami perubahan.
“Jumlah penumpang pesawat tersebut sebanyak 11 orang terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang,” kata Andi Sultan, Sabtu (17/01/2025).
Belakangan, data tersebut diralat menjadi tujuh kru dan tiga penumpang, sehingga total ada 10 orang di dalam pesawat.
Tim SAR kemudian bergerak menuju titik koordinat yang diduga menjadi lokasi hilang kontak pesawat di sekitar kawasan Leang-leang, Maros.
“Saat ini kami menuju ke lokasi yang diberikan koordinat dari AirNav sekitar Leang-leang,” ungkap Andi Sultan.
Perkembangan terbaru, Minggu (18/01/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu korban di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tak jauh dari serpihan pesawat.
“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Arif.
Selain korban, tim juga menemukan sejumlah bagian pesawat, termasuk rangka, kursi, serta lokasi mesin pesawat yang memperkuat pemetaan area jatuhnya pesawat.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” pungkas Arif.
Hingga kini, operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya untuk pencarian korban lain dan pengamanan lokasi temuan.









