Mengenal Masjid Raya Kota, Masjid Tertua di Kendari yang Dibangun Sejak 1957
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Masjid Raya Kota menjadi salah satu peninggalan bersejarah di jantung Kota Lama Kendari. Dibangun sejak 1957, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di Kendari yang pernah menjadi pusat syiar Islam dan aktivitas keagamaan masyarakat sebelum hadirnya Masjid Raya Al Kautsar.
“Sudah lama, dulu dibangun tahun 1957, sewaktu masih jadi Kabupaten Kendari,” ungkap Almuhadjir, Selasa (07/03/2023) dikutip sultrainformasi.id dari tribunnews.
Ia menjelaskan, sebelum ada Masjid Raya Al Kautsar, Masjid Raya Kota pernah menjadi pusat aktivitas ibadah umat Islam dan bahkan dikenal sebagai masjid raya provinsi. Meski sempat berganti nama menjadi Masjid Al Mashur, masyarakat tetap melekatkan sebutan Masjid Raya Kota hingga hari ini.
Dalam perjalanannya, masjid ini sudah berkali-kali direnovasi, tetapi menara-menara yang menjadi ciri khasnya tetap dipertahankan karena statusnya sebagai bagian dari cagar budaya. Sayangnya, kondisi luar masjid kini terlihat tak terurus. Rumput liar tumbuh di halaman dan anak tangga, memberi kesan bangunan tua yang terlupakan.
Padahal, posisi masjid ini cukup istimewa. Berdiri di atas perbukitan yang menghadap langsung ke Teluk Kendari, dari pagar masjid jamaah bisa menikmati panorama kota dengan jelas. Kontras dengan bagian luar, suasana di dalam masjid cukup nyaman, dengan karpet rapi yang menambah kekhusyukan ibadah.
Meski minim perhatian, Masjid Raya Kota tetap hidup, terutama di bulan Ramadan. Jamaah selalu memadati dua lantai masjid untuk melaksanakan ibadah. Tak hanya itu, pengurus masjid juga rutin menggelar berbagai lomba keagamaan seperti azan dan tadarus bagi remaja serta anak-anak.
Masjid Raya Kota bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Di balik sederhananya bangunan, tersimpan nilai sejarah dan sosial yang seharusnya tidak dibiarkan pudar begitu saja.










