Generasi Muda Sultra Dominasi Pertumbuhan Investor Pasar Modal

Generasi Muda Sultra Dominasi Pertumbuhan Investor Pasar Modal. Foto: istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mendominasi pertumbuhan investor pasar modal. Hingga September 2025, jumlah investor di Sultra telah menembus 100 ribu orang, dengan mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, Bayu Saputra, menjelaskan meningkatnya minat generasi muda tak lepas dari kemudahan akses informasi dan edukasi pasar modal.

“Generasi muda punya akses informasi lebih cepat, sehingga pertumbuhannya cukup tinggi. Ini menjadi potensi besar bagi pengembangan pasar modal di daerah,” kata Bayu saat menggelar Media Gathering bersama Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia di salah satu hotel di Kendari, Kamis (18/09/2025),

Ia menambahkan, sistem investasi di pasar modal telah diawasi secara berlapis oleh berbagai lembaga.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pasar modal dikelola dengan sistem berlapis. Ada OJK, BEI, KSEI, KPEI, hingga Indonesia SIPF yang memastikan keamanan dan transparansi. Dengan begitu, investor merasa tenang karena investasinya berada di tempat yang benar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Layanan Pelanggan PT KSEI, Abdul Azis Albakkar, menyampaikan bahwa secara nasional jumlah emiten hingga Agustus 2025 sudah melampaui 1.000 perusahaan. Sedangkan jumlah investor tercatat lebih dari 18 juta Single Investor Identification (SID).

“Alhamdulillah, capaian ini sangat menggembirakan. Jumlah investor yang terus bertambah menandakan pasar modal semakin dipercaya masyarakat, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Abdul Azis.

Ia menegaskan, peningkatan jumlah investor tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu di Sulawesi Tenggara tercatat sekitar 80 ribu investor, sekarang sudah lebih dari 100 ribu. Pertumbuhan ini harus diimbangi dengan perlindungan agar investasi benar-benar aman,” tegasnya.

Ia menegaskan pentingnya literasi dan perlindungan investor. Melalui sosialisasi bersama BEI, KSEI, KPEI, serta Indonesia SIPF, edukasi pasar modal terus diperkuat, khususnya lewat galeri investasi di kampus dan media.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak hanya semakin banyak berinvestasi, tetapi juga lebih bijak dan terlindungi dalam mengelola portofolionya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup