TKA China di Proyek Strategis IPIP Kolaka Diduga Aniaya WNI hingga Bersimbah Darah
KOLAKA, SULTRAINFORMASI.ID – Insiden penganiayaan brutal terjadi di kawasan proyek strategis nasional Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang pekerja lokal diduga menjadi korban kekerasan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Peristiwa tersebut terekam kamera dan videonya kini viral di media sosial.
Berdasarkan rekaman video yang diterima Sultrainformasi.id korban terlihat mengalami luka serius. Darah tampak mengalir dari bagian belakang leher korban, sementara sejumlah pekerja lain terlihat panik menyaksikan kejadian tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban serta pemicu awal penganiayaan belum disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Dalam video lain, tampak seorang pria dikeroyok di tengah aktivitas proyek konstruksi. Beberapa pekerja berusaha melerai aksi kekerasan yang terjadi di area kerja IPIP, namun situasi terlihat sempat tidak terkendali.
Usai keributan pecah, sejumlah TKA asal China terlihat berlarian meninggalkan lokasi kejadian. Mereka menyebar ke berbagai arah di dalam kawasan proyek, diduga untuk menghindari amukan massa maupun aparat keamanan.
Insiden tersebut sontak memicu kepanikan di lingkungan kerja IPIP, mengingat kawasan tersebut merupakan proyek strategis nasional yang melibatkan ribuan tenaga kerja, baik lokal maupun asing.
Kapolres Kolaka, AKBP Yuda, membenarkan adanya insiden penganiayaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.
“Untuk sementara, yang terlibat dan diduga melakukan penganiayaan sudah kami amankan dua orang WNA. Kami masih mendalami apakah hanya dua orang ini atau ada pelaku lain,” kata AKBP Yuda kepada awak media.
Ia juga memastikan kondisi keamanan di lokasi proyek saat ini telah kembali kondusif.
“Situasi sudah terkendali. Saya sudah memberikan arahan agar apabila masih ada pelaku lain yang terlibat, tetap dilakukan pengejaran,” tegasnya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.









