Gelap dan Terabaikan, Nyawa Warga Laonti Konsel Dipertaruhkan di Laut Demi Akses Kesehatan
KONSEL, SULTRAINFORMASI.ID – Jeritan pilu datang dari warga Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Minimnya akses kesehatan dan infrastruktur membuat warga harus mempertaruhkan nyawa setiap kali merujuk pasien ke fasilitas kesehatan di Kendari, terutama pada malam hari.
Keluhan itu disampaikan Heriyanti melalui akun Facebook pribadinya. Ia menggambarkan betapa sulitnya warga Laonti mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Untuk membawa pasien yang sakit parah, warga harus menyeberangi lautan menggunakan perahu kecil dengan penerangan seadanya.
“Begitu sulitnya kami ketika merujuk pasien malam-malam. Kami harus menggunakan senter untuk penerangan. Kami sangat kesulitan. Kami sangat sengsara kami ini masyarakat Laonti,” kata Heriyanti.
Perjalanan yang ditempuh bukan tanpa risiko. Dalam gelapnya malam, warga hanya mengandalkan cahaya senter untuk menerangi jalur laut. Kondisi semakin memprihatinkan saat air laut surut atau ketika musim hujan tiba.
Ombak dan cuaca buruk kerap menghalangi perjalanan, membuat pasien tak bisa segera mendapat pertolongan medis.
“Kami tidak bisa berangkat walaupun itu dalam kondisi sekarat. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kadang meninggal dalam kapal,” ungkapnya.
Heriyanti pun memohon perhatian pemerintah daerah hingga pusat. Ia meminta Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, serta para wakil rakyat untuk melihat langsung kondisi warga Laonti yang hingga kini belum menikmati akses jalan memadai dan penerangan listrik.
“Sebab sejak Kabupaten Konawe Selatan berdiri sendiri, kami masyarakat Laonti belum pernah merasakan akses jalan dan penerangan listrik,” tegasnya.









