Kasus Kehilangan Rp25 Juta Mandek, Warga Keluhkan Kinerja Polsek Poasia
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Penanganan kasus kehilangan yang dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, laporan yang masuk sejak tanggal 11 September 2025 hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia. Korban, Erni Juherni, kehilangan tas berisi dua unit ponsel, dua mesin EDC, uang tunai sebesar Rp25 juta, serta kartu pulsa.
Suami korban, Iskandar (35), mengaku kecewa dengan proses penanganan kasus yang dinilainya berjalan di tempat.
“Untuk perkembangan kasus yang saya laporkan hingga saat ini belum ada kejelasan. Saya sudah memberikan bukti-bukti berupa rekaman CCTV dan menghadirkan saksi-saksi yang melihat kejadian itu, tapi belum ada perkembangan,” kata Iskandar saat ditemui, Rabu (04/03/2026) malam.
Menurutnya, kejadian serupa bahkan telah dialami lebih dari sekali. Namun hingga kini, belum ada kepastian hukum maupun penetapan tersangka.
“Saya sangat kecewa dengan penanganan Polsek Poasia. Ini bukan hanya satu kali saya alami, tapi sudah dua kali dan tidak ada kejelasan,” tegasnya.
Iskandar juga mengungkapkan, pihak kepolisian sempat menyampaikan akan melakukan gelar perkara dan pendalaman terhadap para saksi. Namun, hingga kini hasil dari proses tersebut belum disampaikan kepada pelapor.
“Saya meminta pihak kepolisian agar kasus ini segera diselesaikan dan transparan dalam penanganannya. Sampai detik ini belum ada kepastian hukum,” katanya.
Ia pun menegaskan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, dirinya akan melaporkan persoalan ini ke Propam Polda Sultra.
“Saya akan menempuh jalur pengaduan ke Propam Polda Sultra jika kasus ini terus mandek,” tandasnya.
Berdasarkan keterangan pelapor, insiden bermula saat korban pulang dari kios miliknya dengan mengendarai sepeda motor. Tas yang disimpan di jok motor diduga terjatuh di perjalanan tanpa disadari. Korban baru menyadari tasnya hilang setelah tiba di rumah.
Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Poasia guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Poasia AKP Ismunandar mengatakan bahwa pihaknya akan segera tindak lanjuti
”Kasus ini sudah di gelar dan masih mau pendalaman keterangan saksi saksi lagi,” katanya saat dikonfirmasi media Sultrainformasi.id.








