Lagi Hits Banget, Wisata RTH Papalimba Puday Kendari Ramai Dikunjungi Warga

Para pengunjung saat menikmati keindahan wisata Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday Kendari. Foto: Aldho/sultrainformasi.id.

KENDARI, sultrainformasi.idWisata baru yakni Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday yang berlokasi di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini ramai dikunjungi warga. Pengunjung yang hadir didestinasi wisata itu menyebut tempat tersebut lagi hits banget.

“Asli, tempat ini hits banget,” singkatnya salah satu pengunjung bernama Aldi Alsadika (25), saat ditemui sultrainformasi.id dilokasi, Minggu (19/02/2023) sore.

Apa yang ia sampaikan itu, wajar saja. Bagaimana tidak wisata RTH ini, pengunjung dapat menikmati sisi Kota Kendari tepatnya di bagian Kecamatan Kendari Barat.

Keindahan RTH Papalimba Puday Kota Kendari. Foto: Aldho/sultrainformasi.id.

Jika berada dilokasi, pengunjung dapat menikmati keindahan teluk kendari dan jembatan teluk kendari hingga menikmati sunset yang sangat indah.

Kemudian, pengunjung dapat menikmati gunung dan perbukitan yang dihiasi rumah-rumah warga Kota Kendari jika dipandang dari RTH.

Tak hanya Aldi, salah satu pengunjung lain yang ditemui bernama Hasmin (24) mengatakan, dirinya datang ke wisata baru ini hanya ingin melihat keindahan kota bertaqwa.

“Rasa penasaran yang bawa saya kesini, karena ingin melihat keindahan Kota Kendari. Apalagi saya suka lihat sunset,” kata Hasmin sembari tersenyum.

Melihat sunset dari RTH Papalimba Puday Kendari. Foto: Aldho/sultrainformasi.id.

Pengunjung tak akan kelaparan dan haus, karena sejumlah pedagang kaki lima membuka lapak di area tersebut seperti jajanan siomay, batagor, gorengan, hingga aneka jenis minuman dingin. Selain itu, terdapat pula wahana bermain anak sert motor listrik yang bisa disewa.

Kendati demikian, sebagian fasilitas di wisata baru itu masih ada yang belum bisa digunakan, seperti toilet.

“Maaf, toiletnya belum bisa dipakai, masih dikunci dan airnya belum ada,” ungkap salah satu ibu-ibu dilokasi tersebut.

๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฅ๐š๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐๐ข ๐†๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ž ๐๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐š๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข.๐œ๐จ๐ฆ, ๐›๐š๐œ๐š ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup