Viral! Alumni UHO Protes Nama dan Gender Berubah di PDDikti, Dugaan Jual Beli Ijazah Mencuat
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari diguncang skandal manipulasi data akademik. Dimama seorang alumni Teknik Sipil UHO mengungkapkan perubahan data pribadinya yang mencurigakan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini memicu dugaan praktik jual beli ijazah dan pencurian identitas akademik di lingkungan kampus.
Seorang wanita yang mengaku sebagai alumni Program Studi Teknik Sipil UHO viral di TikTok setelah mendapati namanya di PDDikti berubah menjadi Basri, lengkap dengan keterangan jenis kelamin laki-laki. Padahal, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) E1A117006 tersebut adalah miliknya sejak awal kuliah.
”Saya kuliah empat tahun, susah payah buat laporan, kenapa nama saya bisa diganti jadi orang lain? Ini bukan data main-main,” katanya dengan nada geram dalam video yang telah ditonton ribuan kali.
Ia menduga kuat ada oknum internal kampus yang terlibat dalam praktik ilegal ini.
”Mungkin ada yang beli ijazah, lalu pihak kampus mengganti nama saya. Kalian dibayar berapa?” tanyanya.
Kasus ini langsung memicu kemarahan warganet. Banyak yang mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap data mahasiswa dan alumni di UHO.
Mereka khawatir praktik ijazah aspal dan pencurian identitas akademik semakin marak terjadi.
”Ini sudah keterlaluan! Data negara kok bisa diubah seenaknya? Kemendikbudristek harus turun tangan usut tuntas,” tulis seorang warganet.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan tinggi. Keabsahan data akademik adalah fondasi utama yang tidak boleh dikompromikan. Jika praktik manipulasi data dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Indonesia akan runtuh.









