Jalan Kendari-Motaha Rusak Parah, 4 Tahun Warga Mandi Debu Hingga Telan Korban Jiwa

Jalan Kendari-Motaha Rusak Parah, 4 Tahun Warga Mandi Debu Hingga Telan Korban Jiwa. Foto: Istimewa.

KONAWE SELATAN, sultrainformasi.id – Jalan poros Kota Kendari-Motaha, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) rusak parah. Akibat jalan rusak itu, sudah empat tahun warga menderita mandi debu hingga menelan korban jiwa.

Hal itu disampaikan langsung oleh warga Desa Amotowo, Kecamatan Landono bernama Turi Sanjaya. Dia mengatakan ruas jalan yang merupakan kewenangan provinsi ini sudah lebih dari empat tahun dalam kondisi rusak. Sehingga, pintu rumah miliknya tak pernah dibuka karena debu masuk.

“Parah, kita ini sudah empat tahun tidak pernah buka pintu rumah karena masuk debu. Dampaknya dari jalan rusak ini semakin parah karena sudah membentuk kubangan saat hujan dan membuat debu bertebaran saat kemarau,” kata Turi, Selasa (09/05/2023).

Ia pun meminta perhatian kepada Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar jalan tersebut segera diperbaiki.

“Pak Jokowi perhatikanlah kami ini yang di bawah. Kami mendambakan jalanan yang bagus dan beraspal sebagai bukti kami menikmati hak kami dari hasil kemerdekaan. Karena belum ada perbaikan sama sekali,” harapnya.

“Pak Jokowi, ada Jalan Poros Kendari-Motaha lebih dari 4 tahun sudah dalam kondisi rusak. Sebagai warga yang mengalami mandi debu kami minta perhatian Pak Jokowi dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan selama 4 tahun terakhir ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh aspal. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi bahkan menelan korban jiwa.

“Sudah ada korban meninggal gara-gara jatuh lewati jalan berlubang. Kejadian itu itu terjadi di Desa kami pada Sabtu (19/11/2022) lalu,” kata Turi.

Hal itu dibenarkan juga oleh Sekretaris Desa Amotowo, Laode Tonaha bahwa benar ada korban jiwa akibat ruas jalan rusak itu.

“Iya benar ada yang meninggal. Pengemudi meninggal dan ibunya luka-luka,” tutupnya.

๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฅ๐š๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐๐ข ๐†๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ž ๐๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐š๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข.๐œ๐จ๐ฆ, ๐›๐š๐œ๐š ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup