Bahagia Berujung Duka, Mempelai Pria di Wakatobi Ditemukan Tewas Tergantung Jelang Akad Nikah

Bahagia Berujung Duka, Mempelai Pria di Wakatobi Ditemukan Tewas Tergantung Jelang Akad Nikah. Foto: Istimewa.

WAKATOBI, sultrainformasi.id – Seorang pengantin berinisial J (33) ditemukan tewas tergantung usai diduga gantung diri di Kelurahan Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hari bahagia ini berujung duka, pasalnya mempelai pria akan melangsungkan akad nikah, Jumat (17/05/2024).

J rencananya akan menikahi kekasihnya inisial A pada hari tersebut. Sebelum ditemukan tewas, calon pengantian pria ini sempat meninggalkan rumah tanpa pamit pada keluarganya pada Kamis, 16 Mei 2024 sore kemarin.

“Jenazah almarhum ditemukan oleh keluarganya sekira pukul 07.00 WITA, Jumat (17/05/2024) setelah mendapat petunjuk dari seorang dukun terkait lokasi korban,” kata Wakapolres Wakatobi, Kompol La Ode Surahman, Jumat (17/05/2024).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Wakatobi, IPTU Adi Kesuma menuturkan korban ditemukan tergantung di pohon menggunakan tali nilon biru tepat pinggir jalan.

“Jenazah korban ditemukan kurang lebih 100 meter dari rumah tepat di lorong STAI Wakatobi, Lingkungan Padhantooge, Kelurahan Pongo. Saat ditemukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan lain selain bekas ikatan tali di leher korban,” kata Adi Kesuma, Jumat (17/05/2024).

Saat ini, aparat Satreskrim Polres Wakatobi tengah menyelidiki penyebab korban gantung diri. Sebab, korban tak punya masalah dengan orang lain, terutama calon mempelai wanitanya.

Lanjut Adi, dilokasi kejadian, ditemukan HP, helm, dan motor yang tergeletak di tengah jalan di samping pohon mangga tempat korban tergantung.

“Layaknya kasus gantung diri pada umumnya, ada sperma dan feses yang keluar dari anus serta ada bekas lilitan membiru di lehernya,” tutupnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti dan latar belakang dari kejadian tragis ini.

๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฅ๐š๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐๐ข ๐†๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ž ๐๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐š๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข.๐œ๐จ๐ฆ, ๐›๐š๐œ๐š ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup