Nge-vape dan Live saat RDP di Kendari: Fadhal Minta Maaf, BK DPRD dan Golkar Tanggapi

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kendari, Simon Mantong (kiri) | Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmad (tengah) | Ketua Fraksi Partai Golkar DPR sekaligus Sekretaris Partai Golkar Kendari, Jumran (kanan). Foto: Aldho: sultrainformasi.id.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Aksi kontroversial anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmad, yang terekam mengisap vape sambil melakukan siaran langsung (live) TikTok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), memicu kegaduhan publik usai videonya viral di media sosial.

Fadhal Rahmad akhirnya buka suara dan meminta maaf secara terbuka. Ia mengakui kesalahannya saat ditemui sultrainformasi.id, Senin (07/07/2025).

“Hari ini saya dipanggil pihak Badan Kehormatan Dewan untuk klarifikasi video yang viral minggu lalu. Saya juga sudah dipanggil internal partai pada Sabtu dan Minggu kemarin,” kata Fadhal.

Ia menjelaskan kejadian tersebut berlangsung, Senin (30/06/2025), saat RDP membahas PHK di RS Santa Anna Kendari. Momen dirinya mengisap vape dan melakukan live TikTok terjadi saat forum sedang istirahat.

“Secara umum saya minta maaf. Saya lalai. Saya sudah berikan keterangan kepada DPR. Insha Allah saya tidak akan mengulangi lagi,” tegas Fadhal.

Fadhal mengakui dua hal yang dipermasalahkan dalam video tersebut, perilaku mengisap vape di forum resmi, dan kegiatan live TikTok yang dianggap tidak pantas.

“Saya tidak menyangkal nge-vape. Soal live TikTok, memang itu sering saya lakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Bukan hanya di DPR, tapi juga di kantor atau rumah,” jelasnya.

Meski membela tujuannya untuk menjangkau konstituen secara virtual, Fadhal tetap menyadari perilakunya tidak tepat dilakukan dalam ruang rapat resmi.

“Saya mohon maaf. Saya tidak akan mengulangi lagi. Walau itu tidak mengurangi semangat saya untuk tetap menyerap aspirasi,” tambahnya.

Fadhal juga menyebut kritik publik adalah hal wajar dan penting sebagai pengawasan. “Kritik itu sehat. Itu pengawasan juga untuk saya dan teman-teman. Yang pro saya terima, yang kontra juga saya terima,” ujarnya.

Badan Kehormatan DPRD: “Harus Jadi Evaluasi”

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kendari, Simon Mantong, menegaskan pihaknya sudah meminta klarifikasi langsung dari Fadhal Rahmad.

“Pak Fadhal sungguh-sungguh menyadari kesalahannya. Sebenarnya masalah seperti ini tidak perlu terjadi,” kata Simon.

Ia menegaskan BK DPRD akan melakukan evaluasi dan koordinasi dengan fraksi untuk membahas etika anggota dewan.

“Harapan kami ke depan, jangan ada lagi perilaku seperti itu,” tegasnya.

Sikap Partai Golkar

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR sekaligus Sekretaris Partai Golkar Kendari, Jumran membenarkan pihaknya juga sudah memanggil Fadhal untuk klarifikasi.

“Kami di partai sudah meminta klarifikasi dan beliau sudah sampaikan permohonan maaf,” ujar Jumran.

Ia menegaskan Partai Golkar akan mempelajari langkah-langkah selanjutnya sesuai mekanisme partai.

“Kami mengimbau agar beliau lebih selektif, lebih berhati-hati lagi, dan memperhatikan etika dalam forum resmi seperti RDP,” tutupnya.

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢.𝐢𝐝, 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup