Stok Beras Melimpah, Polda Sultra Pastikan Aman Hingga 3 Tahun ke Depan

Stok Beras Melimpah, Polda Sultra Pastikan Aman Hingga 3 Tahun ke Depan. Foto: Ical MA/sultrainformasi.id.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Tim Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga dan ketersediaan beras tetap stabil di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya, Senin (21/07/2025). 

Dipimpin oleh Ps. Kanit 2 Subdit 1 Indagsi Direktorat Reskrimsus, AKP Cucu Sutarwan kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan intensif guna menjaga ketahanan pangan daerah.

Inspeksi pertama dilakukan di Gudang Bulog Punggaloba, Jalan Diponegoro, Kelurahan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat. Hasil pengecekan menunjukkan stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tersedia sebanyak 50 ton dalam kemasan 5 kg. Secara keseluruhan, cadangan beras mencapai 75.008 ton.

“Dengan jumlah tersebut, stok beras dipastikan aman hingga tiga tahun ke depan,” tegas AKP Cucu Sutarwan.

Penyaluran beras SPHP ditujukan untuk outlet binaan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Koperasi Merah Putih, serta pedagang eceran pasar. Target distribusi saat ini mencapai 1.600 ton untuk wilayah Kendari, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan.

Tim melanjutkan pengecekan ke Pasar Mandonga, Kendari. Kios-kios milik pedagang seperti Sdr. Anto K., LD Unda, Mita, dan UD Darussalam menjadi fokus pemantauan. Sejak 18 Juli 2025, beras SPHP sudah masuk ke pasar dengan jumlah rata-rata 40 karung per kios.

Stok tersisa bervariasi antara 10 hingga 40 karung. Harga jual yang diterapkan masih sesuai ketentuan pemerintah dan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan.

Pengecekan juga dilakukan di UD Naga Mas, Kecamatan Puuwatu distributor resmi beras merek Sania dan Fortune dari PT Wilmar. Pada 19 Juli 2025, dua kontainer masing-masing berkapasitas 25 ton telah diterima.

Stok saat ini mencakup 100 karung beras Sania dan 1.000 karung beras Fortune, semuanya dalam kemasan 5 kg. Produk tersebut didistribusikan ke toko-toko besar seperti Indogrosir, Sanya Swalayan, dan Toko Damai. Tim memastikan takaran sesuai kemasan dan harga masih berada dalam batas HET (Harga Eceran Tertinggi)

AKP Cucu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin Satgas Pangan untuk mengawasi kelancaran distribusi bahan pokok dan mencegah potensi kecurangan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan berkala demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini juga mendukung program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup