Mantan Terpidana Korupsi Dapat Bintang Mahaputera, Netizen: Asik, Sekarang Lamar Kerja Gak Perlu SKCK
NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Nama Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia yang pernah dipenjara dalam kasus korupsi pada 2008, kembali jadi bahan pembicaraan publik. Bukan karena kasus baru, melainkan karena dirinya baru saja menerima Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (25/08/2025).
Penghargaan prestisius ini sontak memantik pro dan kontra. Di satu sisi, pemerintah menilai Burhanuddin berjasa dalam menjaga stabilitas moneter. Namun di sisi lain, kritik keras bermunculan karena rekam jejaknya sebagai terpidana korupsi.
“Prabowo betul-betul ingin memberikan penghargaan kepada siapa saja putra-putri terbaik bangsa yang berprestasi,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (25/08/2025) dikutip sultrainformasi.id dari kompas.com.
Tak berhenti di situ, media sosial pun ramai. Warganet menyorot tajam keputusan ini dengan komentar sinis. Salah satunya menulis, “Asik, sekarang lamar kerja gak perlu SKCK.” Komentar ini menyindir betapa ironisnya mantan narapidana korupsi justru bisa mendapat tanda kehormatan tertinggi negara.
Kini, publik menunggu jawaban: apakah penghargaan negara memang pantas diberikan tanpa mempertimbangkan rekam jejak hukum? Atau memang jasa masa lalu lebih diprioritaskan ketimbang catatan kelamnya?












