Kesulitan Dapatkan BBM Subsidi, KPDM Tuntut Transparansi SPBU CV. Fajar Mekar di Wakatobi
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (KPDM-Sultra) menyoroti dugaan kecurangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh SPBU CV. Fajar Mekar di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Masyarakat setempat mengaku kesulitan memperoleh BBM subsidi jenis Pertalite, solar, hingga minyak tanah, meski Wangi-Wangi merupakan ibu kota Kabupaten Wakatobi dengan beberapa SPBU, salah satunya CV. Fajar Mekar yang menjadi penerima pasokan besar dari Pertamina.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat tetap kesulitan mengakses BBM subsidi tersebut.
Koordinator Lapangan KPDM-Sultra, Muhammad Iswandi Effendy, mengungkapkan bahwa SPBU CV. Fajar Mekar diduga hanya melayani masyarakat sekitar sekali dalam sepekan bahkan ada yang sebulan sekali.
Menurutnya, hal ini sudah melenceng dari tujuan utama keberadaan SPBU, yakni memberikan akses BBM bersubsidi dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
“Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak kebagian pasokan BBM subsidi,” kata Iswandi, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, warga menduga pihak SPBU justru menyalurkan BBM dalam jumlah besar ke luar daerah, baik lewat jalur darat menggunakan mobil maupun jalur laut dengan kapal, demi meraup keuntungan lebih besar.
Ironisnya, meski SPBU tersebut beralasan masih dalam tahap perbaikan selama hampir dua tahun, faktanya tetap menerima pasokan BBM setiap bulan. Hal ini dinilai telah merugikan masyarakat.
“Ini masalah serius yang tidak bisa dibiarkan. Pertamina dan aparat harus segera turun memeriksa kondisi sebenarnya serta menindak tegas jika ada praktik penyelewengan BBM subsidi,” tegasnya.
Sebagai bentuk protes, KPDM-Sultra telah menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 15 September 2025. Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Iswandi Effendy, disebutkan bahwa masyarakat merasa sangat dirugikan karena kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar, Pertalite, hingga minyak tanah. Mereka menilai, BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga dijual ke pihak luar.
KPDM-Sultra juga melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Polresta Kendari agar aksi mereka mendapat pengawalan demi keamanan dan ketertiban. Aksi dimulai pukul 13.00 WITA dengan rute Pertamina Terminal Kendari dan berakhir di Polda Sultra untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM tersebut.
“KPDM-Sultra menegaskan tidak akan berhenti sampai pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat keamanan, mengambil langkah konkret untuk mengatasi dugaan penyelewengan BBM subsidi di SPBU CV. Fajar Mekar. Masyarakat berhak mendapatkan akses BBM subsidi yang adil,” pungkas Iswandi.
Dalam demonstrasi itu, KPDM-Sultra menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi, di antaranya:
- Dugaan manipulasi volume liter pada nozzel.
- Dugaan penyaluran minyak TDK melalui dispenser.
- Dugaan penjualan BBM dengan harga non-subsidi dan volume liter dikurangi 160–180 TDK dari ketentuan harga subsidi yang ditetapkan pemerintah.
- Dugaan SPBU PT. Fajar Mekar Kecamatan Wangi-Wangi Selatan jarang beroperasi.
- Dugaan bongkar muat BBM di pelabuhan ilegal (tidak memiliki izin dan amdal).
- Pertamina diminta mencabut izin PT. Fajar Mekar sebagai penyalur BBM.
- Pertamina diminta mencabut izin PT. Fajar Mekar sebagai transporter BBM ke Wakatobi.










