Dilabrak Istri Sah di Kendari, Wanita Akui Ditipu Pria Mengaku Lajang hingga Trauma Berat
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Seorang wanita berinisial ITT (24) yang dilabrak istri sah di depan outlet Mie Gacoan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya angkat bicara.
ITT mengaku menjadi korban tipu daya seorang pria berinisial IS yang mengklaim dirinya masih lajang, hingga peristiwa tersebut meninggalkan trauma psikologis berat bagi dirinya.
Peristiwa itu terjadi pada dini hari 21 Desember 2025 lalu. Saat itu, ITT tengah berjalan bersama IS ketika tiba-tiba mereka dipergoki oleh M, istri sah IS. Emosi tak terbendung, M kemudian melabrak ITT di lokasi kejadian, dan momen tersebut terekam hingga viral di media sosial (medsos).
Melalui kuasa hukumnya, Ekka Subaktiar, ITT menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui status pernikahan IS. Ia menyebut sejak awal telah berupaya memastikan status hubungan pria tersebut sebelum bersedia bertemu.
“Klien kami sempat mempertanyakan apakah IS sudah beristri atau memiliki pacar. Namun IS menyampaikan bahwa dirinya belum berkeluarga dan tidak memiliki hubungan dengan siapa pun,” kata Ekka saat ditemui di salah satu coffee shop di Kota Kendari, Minggu (04/1/2026).
Ekka menjelaskan, perkenalan antara ITT dan IS bermula pada 14 Desember 2025 melalui pesan langsung di aplikasi TikTok. Komunikasi keduanya berlanjut hingga IS meminta nomor WhatsApp ITT beberapa hari kemudian.
Pada 20 Desember 2025, IS mengajak ITT untuk bertemu. Rencana awal menonton film di salah satu bioskop di Kota Kendari batal terlaksana. Keduanya kemudian hanya berjalan-jalan dan sempat menjemput seorang teman IS sebelum mengantarkannya ke kawasan depan Rumah Sakit Bahteramas.
Dalam pertemuan tersebut, ITT mengaku kembali berusaha memastikan status IS dengan meminta ditunjukkan kartu tanda penduduk. Namun permintaan itu ditolak oleh IS, yang semakin memperkuat dugaan bahwa kliennya telah dibohongi.
Kuasa hukum ITT juga membantah keras tudingan yang menyebut kliennya sebagai perebut laki orang. Menurut Ekka, hubungan ITT dan IS tidak pernah sampai pada tahap asmara, bahkan pertemuan keduanya hanya terjadi satu kali.
“Perlu kami tegaskan, saudari ITT dan saudara IS hanya bertemu satu kali, tepatnya pada 20 Desember 2025. Pada malam itu juga klien kami langsung dilabrak oleh saudari M,” jelas Ekka.
Atas kejadian tersebut, ITT merasa dirugikan secara moril dan menempuh jalur hukum. Pada malam kejadian, ITT melaporkan M ke Polsek Poasia. Selanjutnya, pada 21 Desember 2025, laporan juga dilayangkan ke Polda Sultra terkait dugaan pencemaran nama baik.
Ekka mengungkapkan, sejak video pelabrakan tersebut beredar luas di media sosial, kondisi psikologis ITT mengalami gangguan serius. Tekanan sosial dan stigma yang muncul membuat kliennya mengalami trauma berat.
“Kondisi psikologis klien kami sangat terganggu. Untuk keluar rumah saja merasa takut, malu, dan tertekan akibat video yang viral tersebut,” tutup Ekka.









