Diduga Diakali, Warga Buteng Laporkan Senter Bantuan Desa ke Polisi
BUTENG, SULTRAINFORMASI.ID – Puluhan warga Desa Lowulowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), menyerahkan senter bantuan pemerintah desa (pemdes) ke Polres Buteng. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan manipulasi spesifikasi daya senter yang diterima warga.
Senter tersebut diduga berdaya asli 50 watt, namun ditempeli label 150 watt. Warga pun memilih melaporkannya ke kepolisian agar kasus ini ditangani secara hukum.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lowulowu, Djoysman Marzuki, membenarkan penyerahan senter itu ke Polres Buteng, Jumat (16/01/2026).
“Awalnya warga mau mengembalikan langsung ke pemerintah desa, tapi karena pihak desa terkesan berkelit, akhirnya warga sepakat menyerahkannya ke polisi. Biar polisi saja yang mengembalikan ke pemerintah desa,” kata Djoysman saat dikonfirmasi, Senin (19/01/2026).
Ia menyebutkan, sebanyak 38 warga telah menandatangani berita acara pengembalian senter. Namun, pihak kepolisian hanya mengambil tiga unit sebagai sampel untuk keperluan penyelidikan.
“Yang tanda tangan ada 38 orang, tapi polisi bilang cukup tiga unit saja dulu. Sisanya diminta dikumpulkan terpisah,” jelasnya.
Djoysman menuturkan, warga merasa keberatan dan tidak menerima bantuan tersebut karena dinilai menyesatkan. Menurutnya, warga bisa membedakan kualitas dan daya senter 50 watt dengan 150 watt.
“Warga itu paham betul perbedaannya. Ini bukan sekadar label, tapi soal kejujuran,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) akhir 2025, bantuan yang disepakati adalah senter 150 watt yang bersumber dari dana desa. Namun, realisasinya justru senter 50 watt yang ditempeli stiker 150 watt.
“Hasil Musrenbang jelas 150 watt. Tapi yang datang malah 50 watt ditempel label 150 watt. Warga tentu marah,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Buteng, IPTU Thamrin, membenarkan adanya laporan dari warga Desa Lowulowu. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.
“Laporan pengaduannya sudah kami terima dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan,” kata Thamrin.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Lowulowu, Karim Wendo, belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi.









