Dinamika Yayasan Unsultra, 4 Kelompok Kepentingan Disorot
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Polemik internal di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mencuat. Sejumlah pihak mengingatkan agar dinamika kepentingan yang berkembang di tubuh yayasan dan kampus tidak kembali menyeret Unsultra ke dalam konflik terbuka seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Nur Alam menegaskan bahwa persoalan pengendalian kelembagaan bukanlah milik pribadi siapa pun, melainkan konsekuensi logis dalam sebuah organisasi. Karena itu, setiap keputusan harus ditempatkan dalam koridor kelembagaan, bukan kepentingan individu.
“Jangan lagi kita menyeret Unsultra ke kerusuhan yang ketiga. Cukup yang kedua saja. Saat ini sudah terlihat gejala ke arah sana,” katanya, Senin (19/01/2026).
Ia mengungkapkan adanya sedikitnya empat kelompok kepentingan yang diduga tengah memainkan peran dalam dinamika internal kampus.
Kelompok pertama disebut memiliki kepentingan terkait jabatan rektor, baik untuk menduduki posisi tersebut maupun memperpanjang masa jabatan.
Kelompok kedua diduga berkepentingan memasukkan anggota keluarga ke dalam struktur pengurus yayasan.
Kelompok ketiga berasal dari kalangan ahli waris pendiri Unsultra, almarhum Pak Alala, yang disebut ingin kembali mengambil peran guna melanjutkan sejarah dan legasi pendiri kampus.
Sementara kelompok keempat, menurutnya, diduga melibatkan kepentingan eksternal, termasuk adanya indikasi keterlibatan penguasa daerah.
“Kalau ini tidak dihindari, Unsultra bisa dijadikan lapangan percobaan politisasi kampus untuk kepentingan kekuasaan daerah,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh civitas akademika dan pemangku kepentingan untuk menjaga Unsultra secara bersama-sama.
Menurutnya, seluruh hak dan urusan legalitas kini menjadi tanggung jawab pembina yayasan, sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan secara struktural.
“Pembina, pengawas, pengurus yayasan, dan penyelenggara memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Semua keputusan harus dijalankan secara kolektif demi kesinambungan Tridharma Perguruan Tinggi di Unsultra,” tutupnya.









