Sambil Seret Badik di Jalanan, 3 Remaja di Kendari Diciduk Polisi Sebelum Sempat Menyerang
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Aksi meresahkan sekelompok remaja di Kota Kendari berhasil digagalkan aparat kepolisian. Tiga remaja berinisial P (17), Z (15), dan M (16) terpaksa harus berurusan dengan hukum setelah terciduk warga dan polisi saat diduga kuat hendak menggelar aksi penyerangan menggunakan senjata tajam.
Ketiganya diringkus oleh Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di Jalan Mekar Baru, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Jumat (29/05/2026) sekira pukul 21.00 WITA.
Penangkapan ini bermula dari laporan warga yang resah melihat gelagat mencurigakan ketiga remaja tersebut. Bukan tanpa alasan, mereka kedapatan berjalan sambil menyeret benda tajam di atas aspal, sebuah aksi yang jelas memicu ketakutan.
Dantim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa aksi para pelaku tidak sampai di situ. Berdasarkan laporan yang diterima, mereka juga sempat mengintimidasi pengguna jalan yang melintas.
“Warga melaporkan ada anak-anak remaja yang menyeret benda mencurigakan yang diduga senjata tajam. Informasi yang kami terima, mereka juga diduga sempat mengganggu pengendara yang melintas dengan cara mengikuti mereka sambil menyeret benda tersebut,” kata Bripka Boy Sagita, Sabtu (30/5/2026).
Mendapat laporan darurat dari masyarakat, tim patroli langsung bergerak cepat menuju lokasi. Sadar akan kedatangan petugas, ketiga remaja tersebut sempat panik dan mencoba menghilangkan jejak.
Mereka nekat membuang sebilah badik ke arah semak-semak di sekitar lokasi kejadian. Namun, kejelian petugas di lapangan berhasil menggagalkan upaya tersebut.
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan, 1 bilah senjata tajam jenis badik, 1 potongan seng yang telah dimodifikasi mereka berencana Serang Wilayah Puuwatu.
Dari hasil interogasi awal, terungkap fakta mengejutkan. Potongan seng modifikasi tersebut rencananya akan ditajamkan menggunakan mesin gerinda. Senjata-senjata ini dipersiapkan untuk melakukan aksi penyerangan di kawasan Puuwatu.
“Rencananya mau digerinda dan akan digunakan untuk serangkaian penyerangan di Puuwatu,” pungkas Boy.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya serta mengungkap motif dan jaringan di baliknya, ketiga remaja beserta barang bukti kini telah diserahkan ke Tim Resmob Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.









