Segel Kantor Penghubung di Jakarta hingga Pot Pecah, 100 Mahasiswa asal Sultra Ditangkap Polisi

Segel Kantor Penghubung di Jakarta hingga Pot Pecah, 100 Mahasiswa asal Sultra Ditangkap Polisi. Foto: istimewa.

JAKARTA, SULTRAINFORMASI.ID – Aksi ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kantor Penghubung Sultra, DKI Jakarta, berujung penangkapan. Sebanyak 100 mahasiswa diamankan aparat Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (08/10/2025) siang, usai menyegel kantor tersebut dan diduga menyebabkan satu pot bunga pecah. Para mahasiswa menilai tindakan aparat berlebihan karena penangkapan dilakukan tanpa surat resmi.

Penangkapan bermula dari laporan pegawai Kantor Penghubung Sultra di Jakarta terkait dugaan pengrusakan pot bunga di halaman kantor. Namun, mahasiswa yang diamankan menilai tindakan aparat tidak berdasar dan terkesan sewenang-wenang.

“Penangkapan yang dilakukan polisi atas dasar laporan kerusakan pot bunga. Ini tindakan sewenang-wenang karena tanpa surat penangkapan dan hanya atas laporan pegawai Kantor Penghubung Sultra di Jakarta,” kata Midul Makati, salah satu mahasiswa yang diamankan.

Peristiwa itu berawal ketika ratusan mahasiswa Sultra mendatangi Kantor Penghubung sambil membawa koper. Mereka mengaku sudah tidak memiliki tempat tinggal setelah kontrak kos yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra tidak diperpanjang.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap Gubernur Sultra, yang dinilai belum menepati janji untuk membayar biaya sewa kos mahasiswa di Jakarta hingga kontraknya habis.

“Tadi mahasiswa ini menunggu Wakil Gubernur (Wagub) Hugua untuk menemui mereka. Karena tidak datang sehingga mahasiswa menyegel Kantor Penghubung. Dalam aksi itu ada pot yang pecah, kami tidak tahu apakah disenggol atau ditendang,” jelas Midul.

Tak lama setelah penyegelan, puluhan aparat kepolisian mendatangi lokasi dan langsung melakukan penangkapan terhadap mahasiswa laki-laki maupun perempuan. Penangkapan disebut dilakukan dengan cara kasar hingga menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami luka-luka.

“Total ada 100 mahasiswa yang dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat,” tambahnya.

Hingga Rabu malam, ratusan mahasiswa Sultra masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara beberapa mahasiswa lainnya melaporkan balik dugaan penganiayaan yang dilakukan aparat saat penangkapan ke Mabes Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup