Lewat Sentuhan Digital UHO, Jambu Mente Wabula di Buton Siap Mendunia

Lewat Sentuhan Digital UHO, Jambu Mente Wabula di Buton Siap Mendunia. Foto: Istimewa.

BUTON, SULTRAINFORMASI.ID – Lewat sentuhan digital dari tim Universitas Halu Oleo (UHO), produk jambu mente asal Desa Wabula Satu, Kabupaten Buton, kini siap melangkah menuju pasar yang lebih luas.

Melalui program Supply Chain Go-Digital, para pelaku UMKM di wilayah pesisir itu mendapat pembekalan manajemen rantai pasok dan strategi branding untuk memperkuat daya saing produk lokal di era digital.

Kegiatan yang digelar pada 1 November 2025 ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UHO yang fokus mendukung transformasi digital sektor UMKM di daerah pesisir menuju ekonomi cerdas dan berkelanjutan.

Desa Wabula Satu dikenal sebagai salah satu sentra produksi jambu mente (mete) di Kabupaten Buton. Namun, pelaku UMKM setempat masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterlambatan distribusi bahan baku, kurangnya integrasi antara pelaku usaha, hingga rendahnya kemampuan pemasaran digital. Permasalahan inilah yang menjadi perhatian utama tim dosen dan mahasiswa UHO dalam pelaksanaan program ini.

Melalui Supply Chain Go-Digital, tim memperkenalkan platform digital sederhana berbasis aplikasi dan media sosial untuk membantu UMKM mengelola stok bahan baku, mencatat transaksi penjualan, hingga memperluas jangkauan pasar secara daring. Tak hanya itu, pelatihan branding produk dan strategi digital marketing juga diberikan untuk memperkuat citra jambu mente Wabula di pasar regional maupun nasional.

Ketua Tim PKM, Rahmat Madjid, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memperkuat identitas produk lokal melalui pendekatan digital.

“Kami ingin agar produk jambu mente dari Wabula Satu tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga memiliki citra dan identitas yang kuat di pasar digital. Dengan pengelolaan rantai pasok yang efisien dan strategi branding yang tepat, UMKM diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” kata Rahmat, Rabu (05/11/2025).

Sementara itu, Kepala Desa Wabula Satu, La Budi, menyambut baik inisiatif ini dan menilai program tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Selama ini, pelaku UMKM kami terkendala dalam hal distribusi dan promosi produk. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan digital ini, masyarakat kami jadi lebih siap menghadapi tantangan pasar modern,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan demo aplikasi rantai pasok digital, praktik pembuatan konten promosi produk, serta penyerahan alat pendukung seperti printer label barcode dan kemasan produk ramah lingkungan. Para peserta juga mendapatkan pendampingan lanjutan untuk memastikan penerapan sistem digital berjalan berkelanjutan.

Program PKM Supply Chain Go-Digital ini diharapkan menjadi model pengembangan Smart UMKM di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi desa berbasis inovasi dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup