Suami Sembunyikan Wanita Lain di Kamar Mandi, Istri Jadi Korban KDRT di Kendari
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Kendari. Seorang perempuan muda bernama Ariffah Isna Amalia (25) mengaku dianiaya oleh suaminya sendiri, bernama Yuda (26), setelah memergoki adanya perempuan lain yang disembunyikan di dalam kamar mandi rumah mereka di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (10/01/2026) dini hari.
Insiden itu terjadi sekira pukul 04.15 WITA, saat korban mendatangi rumah yang sebelumnya ditempati bersama suaminya dengan maksud mengambil pakaian pribadi. Namun setibanya di lokasi, pintu rumah dalam kondisi terkunci dan tidak ada respons meski telah diketuk berulang kali.
Tak ingin pulang dengan tangan kosong, Ariffah akhirnya masuk melalui jendela dapur. Kecurigaannya semakin menguat ketika pintu kamar utama juga terkunci. Setelah pintu dibuka oleh suaminya, Ariffah mendapati pintu kamar mandi tertutup dari dalam.
“Pintu kamar mandi dikunci. Dari situ saya mulai curiga,” kata Ariffah, Minggu (11/01/2026).
Kecurigaan tersebut berujung pada pertengkaran. Saat Ariffah berusaha mendobrak pintu kamar mandi, Yuda justru naik pitam dan diduga melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diangkat, dicakar, dibanting, hingga diseret keluar kamar.
Dalam kondisi ketakutan, Ariffah berpura-pura mengalah dan mengatakan akan pergi, dengan alasan meminta suaminya mengambilkan sandal di dekat jendela dapur. Namun saat Yuda meninggalkan kamar, Ariffah kembali masuk dan mengunci pintu dari dalam.
Upaya itu membuahkan hasil. Setelah mendobrak pintu kamar mandi, Ariffah mendapati seorang perempuan berinisial SO (23) bersembunyi di dalamnya.
“Itu perempuan selingkuhan suami saya. Saya sudah pernah menegur dan melarang dia mendekati suami saya, tapi malah berani datang ke rumah,” ungkapnya.
Keributan kembali terjadi. Yuda yang mendengar teriakan berusaha masuk ke kamar dan mendobrak pintu hingga rusak. Setelah berhasil masuk, korban kembali dianiaya dan diseret keluar kamar. Teriakan minta tolong Ariffah mengundang perhatian warga sekitar, namun tak seorang pun berani melerai karena menganggapnya sebagai persoalan rumah tangga.
“Ada tetangga yang lihat, tapi mereka bingung juga mau menolong atau tidak,” tuturnya.
Tak lama berselang, Yuda bersama SO meninggalkan rumah menggunakan mobil. Ariffah sempat nekat mengejar dan berpegangan pada pintu mobil, namun melepaskan diri karena takut terjatuh dan terseret.
“Saya mau menahan mereka, tapi saya takut. Jadi saya lepaskan,” tuturnya.
Akibat kejadian itu, Ariffah mengalami luka fisik dan trauma psikologis. Ia pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara dengan dugaan KDRT dan perzinaan, serta memastikan akan mengajukan gugatan cerai.
“Saya sudah lapor ke Polda Sultra dan sedang mengurus gugatan cerai,” tegasnya.
Sementara itu, Yuda membantah tudingan melakukan KDRT dan menyembunyikan SO di rumah. Ia mengklaim tidak membawa SO, melainkan perempuan lain bernama AN
“Saya tidak melakukan KDRT dan tidak membawa SO. Itu hanya dugaan,” kata Yuda saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).
Hingga berita ini diturunkan, SO belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.









