Puluhan Emak-emak Labulawa Menjerit: Jalan Rusak, Listrik Nihil Serta Nelayan Dihantui Bom Ikan
MUNA, SULTRAINFORMASI.ID – Puluhan emak-emak di Desa Labulawa, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyuarakan jeritan keresahan mereka atas ketimpangan pembangunan yang tak kunjung tersentuh.
Akses jalan rusak parah, listrik belum mengalir, hingga ancaman bom ikan yang menghantui keselamatan nelayan menjadi persoalan serius yang mereka ungkapkan.
Tak sekadar infrastruktur, warga juga mengeluhkan maraknya praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan bahan peledak (bom ikan) yang diduga dilakukan oleh oknum dari wilayah Kabupaten Buton Tengah. Aksi berbahaya tersebut dinilai sangat meresahkan dan mengancam nyawa nelayan lokal Desa Labulawa.
Dalam video yang diterima Redaksi Sultrainformasi.id, terlihat puluhan emak-emak berkumpul menyampaikan keluhan dan tuntutan mereka secara terbuka. Salah seorang perwakilan warga mendesak perhatian Pemerintah Kabupaten Muna dan DPRD Muna terhadap kondisi jalan penghubung dari Desa Liwu Metingki menuju Desa Labulawa yang telah lama rusak parah.
“Jalan penghubung dari Desa Liwu Metingki ke Desa Labulawa sudah bertahun-tahun rusak. Kami kesulitan menjual hasil kebun karena aksesnya sangat buruk,” kata salah satu warga dalam video tersebut.
Tak hanya itu, warga juga mengungkapkan ketiadaan aliran listrik dan jaringan telekomunikasi. Kondisi ini membuat Desa Labulawa gelap gulita setiap malam dan terisolasi dari dunia luar.
Dampaknya pun sangat serius. Minimnya infrastruktur dasar memaksa warga meninggalkan kampung halaman mereka.
“Sudah 15 kepala keluarga memilih pindah ke Kabupaten Buton karena tidak sanggup bertahan dengan kondisi seperti ini,” tambah perwakilan warga.
Pada rekaman video lainnya, warga secara khusus meminta perlindungan aparat kepolisian terkait maraknya aksi bom ikan di perairan sekitar Labulawa. Mereka mengaku ketakutan untuk melaut akibat ulah para pelaku.
“Mereka sudah mengancam keselamatan kami. Nelayan susah melaut. Bahkan ada yang membuang bom di dekat pemukiman warga Labulawa,” teriak warga dengan nada penuh kecemasan.
Keluhan masyarakat Desa Labulawa ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Adirma. Dalam unggahan tersebut, warga menyoroti ironi makna kemerdekaan yang mereka rasakan.
“Kata “merdeka” bagi kami masyarakat Desa Labulawa hanya sebatas slogan. Sampai hari ini, kami belum benar-benar merasakannya,” tulis akun tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Muna maupun pihak kepolisian terkait tuntutan dan keluhan warga Desa Labulawa tersebut.









