Tutup Akses Jalan, Oknum Mengaku Ormas Diduga Lakukan Kekerasan ke Lurah

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Sekelompok pria yang mengaku sebagai organisasi masyarakat (ormas) menutup akses jalan perumahan warga di Lorong Pasir Putih, Jalan Raden Suprapto, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (24/01/2026) sore.

‎Aksi tersebut memicu keributan dan berujung pada dugaan tindak kekerasan terhadap Lurah Watulondo, Muhammad Rusdi Rudi.

‎Insiden bermula saat Lurah Watulondo mendatangi lokasi untuk mempertanyakan dasar penutupan jalan serta identitas kelompok yang berada di area perumahan.

‎Namun, perdebatan yang terjadi justru berujung ricuh. Rusdi diduga disikut pada bagian dada oleh salah seorang pria, sehingga nyaris terjatuh di lokasi kejadian.

‎Berdasarkan video yang diterima Sultrainformasi.id, tampak adu mulut antara lurah dan sekelompok pria tersebut. Dalam rekaman itu, seorang pria berbaju biru terlihat mendekati lurah dan menyikut bagian dadanya di tengah perdebatan.

‎Keributan yang sempat memanas berhasil diredam aparat kepolisian yang sudah berada di lokasi. Polisi kemudian melakukan upaya mediasi guna mencegah situasi berkembang menjadi lebih besar.

‎Karu II Patroli Cipkon Polresta Kendari, Aiptu Amrullah, membenarkan adanya penutupan akses jalan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas. Ia mengatakan, polisi turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat.

‎“Kami menerima informasi dari masyarakat, kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan,” kata, Aiptu Amrullah.

‎Ia mengungkapkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti alasan kelompok tersebut menutup akses jalan perumahan warga. Upaya mediasi dilakukan dengan menghadirkan pihak kelurahan untuk mencari solusi.

‎“Kami mencoba melakukan mediasi dan menghadirkan lurah. Namun di luar dugaan terjadi insiden, di mana Pak Lurah disikut saat menanyakan identitas dan maksud kelompok tersebut. Pak Lurah tidak mengenal mereka, tetapi justru mendapat perlakuan seperti itu, sementara mereka mengaku sebagai perwakilan masyarakat,” jelasnya.

‎Meski mediasi sempat dilakukan, kelompok yang mengaku sebagai ormas tersebut masih berupaya menutup akses jalan. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Kendari menambah jumlah personel di lokasi kejadian.

‎Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan serta pendalaman terkait insiden penutupan jalan dan dugaan tindak kekerasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup