Preman yang Serang Warung Sate Ditangkap Buser77 Polresta Kendari, Terancam Penjara 5 Tahun
KENDARI, sultrainformasi.id – 2 preman yang menyerang Warung Sate Madura perempatan kampus STIE 66 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditangkap aparat Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari, Rabu (24/04/2024) sekira pukul 00.30 WITA. Keduanya pun terancam penjara 5 tahun 6 bulan.
Kedua pelaku yang ditangkap yakni berinisial MI (16) dan YH (19). Kedua tersangka ini ditahan di sel tahanan Polsek Kemaraya Kota Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan preman MI mengakui melakukan pemukulan terhadap korban. Saat di TKP, dirinya langsung turun dan menyerang sejumlah orang yang berada di Warung Sate Madura itu.
“MI memukul sebanyak 4 kali dan mengenai perut korban. Sebelum melakukan aksinya, sudah dalam pengaruh alkohol,” bebernya.
Saat ini, pihaknya yakni Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari tengah memburu pelaku lain. Sementara sejumlah korban masih dirawat di Rumah Sakit Tiara Kendari.
“Kedua preman ini pun ditetapkan kepada tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 1 subsider pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, belasan preman menyerang warung sate samping kampus STIE 66 di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pakai botol minuman keras (miras), balok, dan besi hingga senjata tajam (sajam) jenis parang. Ia menyerang warung sate karena itu telat dilayani saat minta jatah.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 23 April 2024 malam sekira pukul 22.00 WITA. Dalam peristiwa itu, 5 orang yang berada di warung sate tersebut menderita luka-luka usai diserang.
Salah satu korban bernama Ancu menjelaskan, penyerangan belasan preman itu berawal saat 3 orang tak dikenal datang meminta sate. Namun, para preman ini terlambat dilayani karena pedagang sate ini masih melayani pembeli.
“Mereka datang mabuk. Minta sate katanya disuruh Upin, karena tidak sabar terlambat dilayani akhirnya pulang melapor katanya dipukuli di sini (warung sate), mereka kembali datang 5 motor berboncengan,” kata Ancu.
Belasan preman itu mendadak menyerang secara membabi buta, melempar siapapun yang berada di warung sate menggunakan batu, parang, botol, besi panjang, dan balok.
Sejumlah pengunjung berhamburan, termasuk karyawan dan pemilik warung sate tersebut. Ancu yang kaget berusaha melakukan perlawanan dengan mengejar sekelompok preman berusia remaja tersebut hingga luka di siku kiri.
“Saya kaget, karena mereka menyerang mendadak, kami tidak siap, hanya berusaha membela diri mengejar beberapa orang. Tapi saya luka, tidak tahu ini terkena apa,” ujarnya.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข.๐๐จ๐ฆ, ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.









