Sinergi Tangani Banjir, 2 Kilometer Drainase di Kendari Bakal Diperbaiki
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan memperbaiki drainase sepanjang total 2.075 meter atau 2 kilometer di beberapa titik rawan banjir di Kota Kendari.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi penanganan banjir yang digelar bersama Wali Kota Kendari, Senin, 10 Maret 2025 lalu.
Kepala BPJN Sultra, Yudi Hardiana menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan drainase akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 di sejumlah ruas jalan nasional yang berada di wilayah Kota Kendari.
“Kami sampaikan bahwa pada TA 2025 BPJN Sulawesi Tenggara akan melakukan penanganan drainase pada Ruas Jalan Nasional di Kota Kendari,” kata Yudi, Kamis (22/05/2025).
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengapresiasi langkah cepat BPJN dalam merespons persoalan banjir yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
“Alhamdulillah, BPJN Sultra gerak cepat. Ini bentuk sinergi yang baik antara pusat dan daerah untuk memberi solusi konkret bagi warga Kendari yang setiap musim hujan harus berjibaku dengan banjir,” kata Wali Kota yang akrab disapa SKI itu.
Ia juga berharap masyarakat dapat mendukung proses pelaksanaan pekerjaan tersebut dan menjaga fasilitas drainase yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Rencana pekerjaan drainase tersebut meliputi:
Pembangunan Box Culvert dan Saluran U-Ditch di Jalan DI Panjaitan sepanjang 500 meter dan Jalan Soekarno sepanjang 240 meter.
Pembangunan Box Culvert dan Pasangan Batu di Jalan Samudera sepanjang 200 meter.
Saluran U-Ditch di Jalan Mohammad Hatta sepanjang 290 meter.
Pasangan Batu di Jalan Bunggasi sepanjang 55 meter dan Jalan P. Tendean sepanjang 250 meter.
Pembersihan drainase di Jalan Samudera sepanjang 290 meter dan Jalan Bunggasi 250 meter.
Melalui proyek ini, Pemkot Kendari dan BPJN Sultra berharap dapat membangun sistem drainase yang lebih andal untuk menjadikan Kendari kota yang tangguh menghadapi curah hujan ekstrem dan perubahan iklim.
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢.𝐢𝐝, 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢.









