Panti Asuhan An-Nur Azwar Bantah Tuduhan Masyarakat terkait Adanya Eksploitasi Anak
KENDARI, sultrainformasi.id – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan An-Nur Azwar membantah adanya tuduhan masyarakat terkait adanya eksploitasi anak, Selasa (30/5/2023).
Pihaknya menyebut, pemberitaan mengenai ekploitasi anak yang ditujukan untuk panti An-Nur Azwar adalah fitnah atau hoaks.
Bendahara Panti Asuhan An-Nur Azwar, Dessi Novitasari menagatakan pihaknya tidak pernah menyuruh anak asuhnya untuk turun di lampu merah meminta – minta atau mengemis.
“Sungguh kami tidak mengetahui anak yang berinisial R, bahkan orang tua yang namanya pak Boy juga. Demi Allah, mukanya baru kami lihat saat RDP kemarin. R, juga tidak terdaftar namanya dalam binaan kami,” ujar Dessi, Selasa (30/05/2023).
Kemudian, terkait dengan bantuan dana senilai Rp300 ribu per anak. Desi menjelaskan bahwa dana tersebut hanya setahun sekali untuk satu kali penerimaan.
Disamping itu, Dessi juga membenarkan dengan adanya tuduhan masyarakat perihal dengan penjualan beras dan telur dari donatur.
“Karena beras dengan telur itu ada masa pakainya, telur bisa busuk, beras juga berkutu, jadinya kami jual untuk dipakai membeli ikan dan sayur untuk anak – anak, karena tidak mungkin mau makan nasi dengan telur saja,” jelasnya.
Terpisah, Ketua RW 02, Ansharudin Chalik mengungkapkan bahwa masalah tersebut sudah pernah diselesaikan oleh pihak pemerintah setempat.
“Ini masalah kita sudah selesaikan di tingkat RT dan RW,” tutur Ansharudin saat ditemui dikediamannya.
“Masalah ini diduga adanya dendam pribadi dan kecemburuan sosial,” pungkasnya.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ ๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐จ๐จ๐ ๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ซ๐๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข.๐๐จ๐ฆ, ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข.









