Sepi Pembeli Jelang 17 Agustus, Penjual Bendera di Kendari Terpuruk: Tahun Ini Turun Drastis
KENDARI, SULTRAINFORMASI.I – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, suasana di lapak penjual bendera merah putih di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terasa berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya ramai oleh pembeli, tahun ini justru sepi, membuat para pedagang terpaksa mengelus dada.
Pantauan sultrainformasi.id, Senin (11/08/2025) dan beberapa hari terakhir, sejumlah penjual bendera di Kota Kendari tampak termenung menunggu pembeli yang tak kunjung datang.
Salah satunya seorang perempuan penjual bendera di kawasan Jalan Saosao, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Perempuan enggan disebutkan namanya itu mengaku sepi pembeli.
“Iya benar kak, sepi sekali pembeli. Temanku saja yang tiap tahun jual juga mengaku pembeli sekarang turun drastis dibanding tahun lalu,” katanya sambil tersenyum tipis, mencoba menutupi rasa kecewa, Senin (11/08/2025).
Ia mengungkapkan, penurunan ini salah satunya dipicu oleh berkurangnya pesanan dari kantor-kantor, yang kini banyak melakukan efisiensi anggaran.
“Dulu kantor-kantor ramai beli bendera dan atribut HUT 17 Agustus. Sekarang katanya hemat anggaran,” tambahnya.
Meski begitu, sang pedagang tetap berusaha bersyukur, meski di hatinya tak bisa menutupi rasa khawatir akan masa depan dagangannya.
Sementara itu, warga Kendari lainnya, Ardian alumni Jurnalistik UHO mengungkapkan kekhawatiran yang tak kalah menarik.
Ia menduga tren viral bendera “One Piece” yang sempat ramai di media sosial bisa saja memengaruhi minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk membeli bendera merah putih.
“Ini cuma pendapatku, semoga bukan karena itu. Tapi saya lihat banyak yang FOMO,” kata Ardian.
Kini, di tengah sepinya pembeli, para penjual bendera di Kendari hanya bisa berharap akan ada keajaiban di sisa hari menjelang 17 Agustus. Jika tidak, semangat merah putih di lapak-lapak pinggir jalan akan semakin meredup, terkalahkan oleh arus tren dan alasan efisiensi.









