Kontingen Sultra Sabet Penghargaan Tertinggi di Jember Fashion Carnaval 2025, Fajar Andika: Budaya Kita Mendunia!

Salah satu perwakilan DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) Sultra di Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025. Foto: istimewa.

NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Lagi-lagi Sulawesi Tenggara bikin gebrakan di panggung karnaval terbesar se-Indonesia dan nomor dua di dunia, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025. Dipimpin Ketua DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) Sultra, Fajar Andika Putra, kontingen Bumi Anoa sukses memukau ribuan pasang mata dengan sajian budaya yang benar-benar “menghipnotis” penonton.

Tahun ini, untuk kelima kalinya Sultra berpartisipasi di ajang prestisius itu. Sebanyak 35 orang kontingen tampil mempesona, memadukan tarian, musik, hingga kostum megah yang penuh makna.

“Kami menampilkan Bhangka Mbule Mbule, tradisi tahunan masyarakat Wakatobi berupa pelarungan sesajen ke laut dengan perahu-perahu. Ada juga Kabuenga, tradisi unik masyarakat Wangi-Wangi untuk mempertemukan pria dan wanita mencari jodoh. Dan tentu saja Wonderful Wawonii, yang menggambarkan gerbang selamat datang di Konawe Kepulauan dengan keindahan alam, budaya, dan pariwisatanya,” kata Fajar kepada sultrainformasi.id, Kamis (15/08/2025).

Tak hanya itu, berbagai kostum terbaik yang mempresentasikan kearifan lokal Sultra juga ikut memeriahkan parade. Semua dirancang istimewa, berbalut kain tenun khas Sultra yang menjadi ciri pembeda dari kontingen daerah lain.

Hasilnya? Sultra berhasil meraih “Best Unique Performance”, penghargaan tertinggi di ajang ini.

“Penghargaan ini menjadi semangat luar biasa bagi kami untuk terus menampilkan budaya, kearifan lokal, dan pariwisata Sultra melalui kostum karnaval. Yang paling utama, kain tenun kita berhasil mendunia lewat panggung ini,” kata Fajar penuh bangga.

Fajar juga tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sultra yang telah mendukung keberangkatan kontingen tahun ini.

“Terima kasih untuk dukungan luar biasa dari Dinas Pariwisata Sultra, berkat itu kami bisa kembali mengharumkan nama daerah di panggung internasional,” tutupnya.

Dengan capaian ini, Sulawesi Tenggara sekali lagi membuktikan bahwa budaya daerah tak hanya layak dipertontonkan di tingkat lokal, tapi juga mampu bersinar di mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup