Keadaan Masjid An Nur Kolut Terbengkalai, Dikorupsi Mantan Sekda dan 2 Orang Lainnya
KOLAKA UTARA, SULTRAINFORMASI.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memiliki rumah ibadah megah di Desa Patikala, Kecamatan Tolala, harus pupus sementara. Masjid An Nur yang dibangun menyerupai Cologne Central Mosque di Jerman, kini terbengkalai dan terseret kasus dugaan korupsi.
Masjid berluas sekitar 1.200 meter persegi itu awalnya dirancang menjadi ikon keagamaan sekaligus simbol kebanggaan masyarakat di perbatasan utara Bumi Patowonua. Dari jauh, bangunannya tampak menjanjikan dengan kubah besar bergaya islami modern.
Namun kondisi di lapangan jauh dari harapan. Pembangunan baru sebatas pagar keliling, lantai utama belum terpasang, bahkan kaca yang sempat dipasang sudah dicabut kembali. Area sekitar kini dipenuhi semak belukar yang tinggi dan tak terawat.
Proyek rumah ibadah tersebut menggunakan dana hibah sekitar Rp2 miliar dari APBD tahun anggaran 2021–2022.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kolut, Zul Kurniawan Akbar, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka. Salah satunya ialah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kolut, Taufiq Sonda, yang menjabat periode 2019–2025.
“Ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial TS (Taufiq Sonda), M, dan T dalam perkara dugaan tindak korupsi dana hibah Pemkab Kolut terhadap pembangunan Masjid An Nur, Desa Patikala, Kecamatan Tolala anggaran tahun 2021 dan 2022,” kata Zul Kurniawan, Selasa (26/08/2025).
Berdasarkan hasil penyidikan, ketiganya diduga berperan besar dalam terhentinya pembangunan masjid yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah. Perhitungan sementara menyebutkan kerugian negara mencapai Rp1.051.398.100.
“Kami masih terus mendalami perkara ini, termasuk menelusuri potensi adanya tersangka baru. Semua pihak yang terkait akan kami periksa,” tutup Zul.
Dua tersangka, yakni Taufiq Sonda dan M, kini ditahan di Rutan Kelas IIB Kolaka. Sementara tersangka T masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makassar.









