Antar Pesanan di Polda, Driver Ojol Kendari Kerap Digeledah dan Dipaksa Copot Atribut!
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Niat hati hanya mengantar pesanan makanan dan minuman, sejumlah driver ojek online di Kendari justru mendapat perlakuan berlebihan saat masuk ke lingkungan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka mengaku kerap digeledah, dipaksa melepas atribut hingga harus menitipkan KTP di pos penjagaan.
Keluhan itu disampaikan langsung para driver ojol saat aksi demonstrasi menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan di Mapolda Sultra, Minggu (31/08/2025) lalu.
Driver Grab bernama Irwan menegaskan, atribut ojol adalah simbol sekaligus harga diri mereka.
“Kami dilarang masuk kalau pakai atribut. Kami tidak setuju! Kalau atribut dilepas, berarti harga diri kami diinjak-injak,” katanya dengan lantang di depan pejabat utama Polda Sultra.
Irwan juga meminta polisi menghapus aturan tersebut jika memang masih ingin menggunakan jasa ojol di dalam kompleks Polda.
“Buang kebijakan itu. Jangan pernah suruh ojol lepas atribut untuk masuk Polda,” tegasnya.
Hal serupa diungkapkan driver Maxim berinisial W. Ia mengaku hampir setiap kali mengantar pesanan di Polda Sultra harus menjalani pemeriksaan ketat.
“Tas digeledah, KTP disita, atribut dipaksa buka. Padahal jelas-jelas saya cuma antar makanan, aplikasi juga saya tunjukkan,” ungkapnya.
W bahkan merasa lebih khawatir saat melepas atribut karena justru sering ditegur aparat di dalam kompleks Polda.
“Kalau pakai atribut kan jelas siapa kami. Kalau dilepas malah dianggap bolak-balik tanpa tujuan,” bebernya.
Mendengar langsung keluhan para pengemudi, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko akhirnya mengambil sikap.
“Perintah saya, boleh memakai atribut masuk ke Polda,” ujarnya tegas.
Sontak, keputusan itu disambut riuh tepuk tangan dan sorakan ratusan driver ojol yang hadir dalam aksi demonstrasi tersebut.










