Keji! Kakek di Kendari Setubuhi Cucu, Nenek Ikut Jual Korban Rp150 Ribu ke Pria Hidung Belang

Keji! Kakek di Kendari Setubuhi Cucu, Nenek Ikut Jual Korban Rp150 Ribu ke Pria Hidung Belang. Foto: istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID  – Sepasang kakek dan nenek tiri asal Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditangkap polisi. Ia tangkap sebab kakek berinisial AM (64) tega setubuhi cucunya yang masih berusia 15 tahun sebut saja mawar. 

Fakta baru juga terungkap bahwa insial L yang ternyata nenek tiri korban, rupanya kedapatan mengeksploitasi cucunya. Ia tega menjual cucunya itu seharga Rp150 ribu ke pria hidung belang.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau mengatakan keduanya ditangkap di hari yang sama pada Sabtu (14/09/2025).

Welli ngungkapkan aksi keji AM itu terjadi pada April 2025 lalu. Saat itu, ia masuk ke kamar cucunya lalu meraba bagian sensitif dan tega melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

AM lalu mengiming-imingi korban uang senilai Rp100 ribu agar tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang lain.

“Usai beraksi pada April 2025 lalu, si kakek memberikan uang Rp100 ribu ke korban dan memintanya agar tidak bercerita kepada orang lain. Korban yang begitu polos hanya bisa mengikut,” kata Welli. 

Tetapi, korban tak menuruti iming-imingan tersebut. Korban kemudian mendatangi unit PPA Satreskrim Polresta Kendari, Jumat (12/09/2025) melaporkan kejadian yang dialami.

Welli menerangkan bahwa setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan fakta baru. L yang ternyata nenek tiri korban, rupanya kedapatan mengeksploitasi cucunya.

“L menjual korban, cucu tirinya, kepada seseorang dengan harga Rp150 ribu,” beber Welliwanto. Kepada polisi, L mengaku telah menjualnya sebanyak tiga kali selama bulan Agustus 2025.

“Saat ini, kami masih mengejar pria yang diduga telah membeli korban dari nenek tirinya itu,” pungkasnya. 

Orang tua korban diketahui telah cerai. Sang ibu kini berada di Kalimantan, sementara ayahnya berada di Kota Kendari. Korban memilih tinggal bersama kakek neneknya. Sayangnya, tempat itu justru menjadi ruang yang tidak aman untuk korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup