Dosen UM Kendari Diduga Aniaya Mahasiswa, Humas Tegaskan: Kami Tak Tolerir Kekerasan!
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari akhirnya buka suara terkait dugaan penganiayaan mahasiswa oleh oknum dosen berinisial MA. Kasus ini menyeret mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik inisial AL, yang telah resmi melapor ke pihak kepolisian.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Humas UM Kendari, Muhammad Ihsan, Rabu (24/09/2025) kemarin.
Ihsan menegaskan pihak kampus tidak pernah memberi ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Ia juga memastikan UM Kendari berkomitmen menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.
“Jadi kami secara institusi tidak pernah mentolerir bentuk kekerasan apapun terjadi di lingkungan kampus,” tegasnya.
Meski kampus berupaya mempertemukan kedua belah pihak, pertemuan tersebut gagal karena perbedaan waktu kehadiran.
“Dosennya datang pagi, mahasiswanya datang siang, jadi tidak sempat bertemu langsung,” jelas Ihsan.
Lebih lanjut, Ihsan mengungkap adanya perbedaan keterangan terkait kejadian tersebut.
“Dari keterangan masing-masing ada perbedaan, dosen ini mengaku tidak menganiaya tapi hanya menarik. Sedangkan mahasiswa ini mengaku dianiaya,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa AL mendesak agar dosen MA segera dipecat. Namun Ihsan menegaskan hal itu tidak bisa diputuskan secara terburu-buru tanpa mekanisme yang jelas.
Pihak kampus akan melakukan pemeriksaan internal sebelum menyerahkan keputusan akhir kepada Badan Pembina Harian (BPH) UM Kendari.
Kasus dugaan penganiayaan ini kini masih dalam penyelidikan kepolisian. UM Kendari memastikan akan kooperatif dan mendukung penuh penegakan hukum yang berlaku.









