72 Persen Kehilangan Hutan, Konut Sumbang 819 Ribu Ton Karbon Dioksida Setiap Tahun

72 Persen Kehilangan Hutan, Konut Sumbang 819 Ribu Ton Karbon Dioksida Setiap Tahun. Foto: Istimewa.

KONUT, SULTRAINFORMASI.ID – Sebanyak 72 persen kehilangan hutan di Kabupaten Konawe Utara (Konut) disebabkan oleh deforestasi akibat ekspansi industri ekstraktif. Akibatnya, wilayah ini menyumbang rata-rata 819 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) setiap tahun.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, sejak tahun 2002 hingga 2024 total karbon dioksida ekuivalen yang dihasilkan Konut mencapai 41,6 juta ton CO₂e.

Direktur Walhi Sultra, Andi Rahman, mengatakan penyumbang utama karbon dioksida ekuivalen berasal dari hilangnya hutan primer akibat aktivitas industri ekstraktif. Dalam kurun waktu tersebut, Konut telah kehilangan sekitar 39,3 ribu hektare hutan primer basah, atau setara dengan 69 persen dari total tutupan pohon di wilayah itu.

“Data menunjukkan 72 persen kehilangan hutan di Konut adalah deforestasi akibat ekspansi industri ekstraktif,” kata Andi melalui keterangan tertulisnya, Senin (6/10/2025) beberapa hari lalu.

Akibat deforestasi, hutan di Konawe Utara yang dulunya berfungsi sebagai penyerap karbon kini justru menjadi penyumbang emisi yang mempercepat perubahan iklim. Hutan yang dulu menjadi rumah bagi satwa endemik Sulawesi, seperti anoa (Bubalus sp.), babi rusa (Babyrousa celebensis), dan burung rangkong atau julang (Rhyticeros cassidix), kini makin terfragmentasi.

Selain itu, masyarakat adat dan warga desa di sekitar kawasan hutan juga kehilangan sumber pangan, obat, dan air bersih. Bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan sedimentasi sungai kini semakin sering terjadi. Penopang hidup mereka, yang dahulu berasal dari alam, kini berubah menjadi lahan industri ekstraktif.

“Deforestasi di Konawe Utara bukanlah fenomena alamiah, melainkan akibat dari model pembangunan ekstraktif yang rakus ruang dan abai terhadap lingkungan serta hak masyarakat,” tutup Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup