Korban Travel Umrah Smarthajj.id Ngamuk di Polda Sultra, Tak Terima Pasutri Tersangka Penipuan Rp4,1 Miliar Ditangguhkan

Korban Travel Umrah Smarthajj.id Ngamuk di Polda Sultra, Tak Terima Pasutri Tersangka Penipuan Rp4,1 Miliar Ditangguhkan. Foto: istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Seorang korban penipuan travel umrah Smarthajj.id bernama Emin mengamuk di Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia histeris memprotes keputusan polisi yang menangguhkan penahanan terhadap pasangan suami istri (pasutri), Juleo Adhi Pradana dan Andi Ulfa Natassia Nono, yang merupakan owner travel Smarthajj.id sekaligus tersangka kasus penipuan dengan total kerugian mencapai Rp4,1 miliar.

Pasangan suami istri itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menipu 178 calon jemaah umrah. Setelah sempat ditahan beberapa malam di Rutan Polda Sultra, keduanya kemudian dikeluarkan dengan alasan penangguhan penahanan.

Dalam video yang diterima sultrainformasi.id, Emin terlihat kecewa dan menangis histeris di depan sejumlah polisi. Ia menyebut keputusan itu mengusik rasa keadilan, sebab dirinya bersama ibu dan dua anggota keluarganya mengalami kerugian Rp100 juta karena gagal berangkat ke tanah suci.

Akibat peristiwa tersebut, ibunya dikabarkan mengalami shock berat hingga menderita sakit jantung dan muntah darah.

“Kenapa Leo tidak dipenjara? Tidak murah uang saku ku Rp100 juta, mentalku hancur, saya malu, mamaku dua kali masuk rumah sakit karena muntah darah,” teriak Emin di hadapan aparat.

Emin menuturkan, polisi beralasan menangguhkan penahanan terhadap Andi Ulfa karena memiliki anak berusia empat tahun yang menderita autis dan membutuhkan perawatan. Sementara Juleo disebut dibantarkan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.

Namun, menurut Emin, polisi tidak menjelaskan batas waktu penangguhan dan tidak memperlihatkan surat keterangan sakit Juleo.

“Yang kami pertanyakan, sampai kapan Juleo ini tidak ditahan? Kalau sakitnya tidak sembuh dua tahun, berarti selama itu juga tidak ditahan. Surat sakitnya pun kami tidak diperlihatkan,” bebernya dengan nada kecewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup