Manfaat Jalan Kaki: Cara Sederhana yang Berdampak Besar di Tengah Rutinitas
NASIONAL, SULTRAINFORMASI.ID – Di tengah kesibukan hidup modern, masyarakat kini mulai melupakan satu aktivitas sederhana yang sebenarnya memiliki manfaat luar biasa: berjalan kaki. Padahal, langkah demi langkah kecil yang kita ambil setiap hari ternyata bisa berdampak besar bagi kesehatan tubuh dan jiwa.
Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan bahwa berjalan kaki secara rutin mampu menurunkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari jantung, stroke, hingga diabetes. Sebuah tinjauan dalam Journal of Sports and Health Science tahun 2023 mengungkapkan bahwa kebiasaan berjalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan kognitif, dan demensia, sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan mental.
Studi lain yang dimuat dalam Frontiers in Public Health menunjukkan bahwa berjalan cepat secara teratur mampu memperkuat sistem jantung-paru, memperbaiki komposisi tubuh, serta menjaga daya tahan fisik terutama pada usia lanjut.
Menariknya, manfaat besar dari berjalan kaki tidak harus diperoleh lewat target tinggi. Sebuah meta-analisis terbaru menyebutkan bahwa manfaat kesehatan mulai terasa sejak seseorang melangkah sekitar 2.400 langkah per hari setara dengan berjalan santai sekitar 20 menit. Artinya, sekadar kebiasaan berjalan ke warung, ke kantor, atau ke pasar pun sudah memberi efek positif bagi tubuh.
Selain menjaga kebugaran fisik, berjalan kaki juga berdampak besar terhadap kesehatan mental. Penelitian yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information (NCBI) tahun 2022 menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat menurunkan tingkat stres, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kualitas tidur.
Saat seseorang berjalan di ruang terbuka, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia. Karena itu, tak heran jika berjalan kaki kini juga dianjurkan sebagai bagian dari terapi psikologis ringan bagi penderita stres dan kecemasan.
Dari perspektif ilmiah, tidak ada olahraga yang lebih murah, mudah, dan efektif dibanding berjalan kaki. Harvard T.H. Chan School of Public Health bahkan menyebutkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah, mengontrol kadar gula, meningkatkan kekuatan tulang, serta membantu menjaga berat badan ideal.
Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, kebiasaan berjalan kaki sesungguhnya bukan hal asing. Aktivitas sehari-hari seperti berbelanja ke pasar tradisional, mengantar anak ke sekolah, atau sekadar jalan sore di lingkungan rumah sudah menjadi bagian dari budaya lokal. Sayangnya, perkembangan transportasi dan gaya hidup instan perlahan menggeser kebiasaan sehat ini.
Padahal, jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan publik, membiasakan diri berjalan kaki di setiap kesempatan dapat mengurangi beban penyakit tidak menular di masyarakat seperti hipertensi, obesitas, hingga diabetes.
Di sisi lain, berjalan kaki juga memiliki makna sosial yang penting. Saat seseorang melangkah di lingkungan tempat tinggalnya, ia berinteraksi dengan tetangga, menyapa orang di sekitar, dan membangun hubungan sosial yang lebih hangat. Aktivitas sederhana ini menjadi jembatan antara gaya hidup sehat dan kebersamaan sosial yang semakin langka di era serba digital.
Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga menjadi waktu refleksi membiarkan pikiran mengalir di bawah langit sore, menikmati udara segar, dan menenangkan diri dari rutinitas padat.
Berjalan kaki mungkin tampak sepele, tetapi di balik langkah-langkah kecil itu tersimpan kekuatan besar untuk menjaga hidup tetap sehat, bahagia, dan panjang umur. Jadi, sebelum berlari mengejar banyak hal, mungkin sudah saatnya kita mulai dari satu hal sederhana melangkah dengan sadar, setiap hari.









