Ditarik dari Mobil-Dipukul, Wanita asal Kolut Laporkan Penganiayaan Brutal di Depan Exodus Kendari

Ditarik dari Mobil-Dipukul, Wanita asal Kolut Laporkan Penganiayaan Brutal di Depan Exodus Kendari. Foto: Istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Malam di depan Exodus Caffe, Jalan Brigjen M. Yoenus, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, berubah ricuh, Jumat (28/11/2025).
‎
‎Seorang perempuan bernama Nopitasari (24), warga Patawonlia, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pria tak dikenal yang merupakan rekan dari temannya sendiri.
‎
‎Kepada wartawan, Nopitasari menuturkan kejadian bermula ketika Akil, yang merupakan temannya, diduga menarik dirinya keluar dari mobil. Melihat situasi makin memanas, rekannya, Atta turun dari kendaraan untuk melerai.
‎
‎“Namun suasana justru makin kacau. Tiba-tiba teman Akil memukul Atta sampai jatuh. Saya langsung menarik Atta kembali ke mobil untuk menghindari keributan,” kata, Nopitasari, Senin (08/12/2025).
‎
‎Belum sempat mereka menjauh, seorang pria berbaju putih kembali datang dan memukul telinga kiri Nopitasari.
‎
‎“Saya bilang, bukan lawanmu, saya perempuan,” ungkapnya.
‎
‎Tak berhenti di situ, seorang pria bernama Rayza yang datang ke lokasi juga disebut turut menjadi korban pemukulan oleh pelaku berbaju putih tersebut.
‎
‎Akibat kejadian itu, Nopitasari melapor ke Polresta Kendari karena merasa keberatan dan berharap kasusnya segera ditangani.
‎
‎Ia menegaskan bahwa dirinya memang mengenal Akil, namun tidak mengetahui identitas pria yang memukulnya, yang disebut merupakan rekan Akil.
‎
‎Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.
‎
‎“Laporannya masuk minggu lalu. Kami masih melakukan pendalaman lidik untuk memenuhi unsur Pasal 184 KUHAP dan menunggu hasil visum,” jelasnya.
‎
‎Ia menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pihaknya berkomitmen menuntaskan perkara tersebut.
‎
‎“Akan kami proses tuntas dan berikan kepastian hukum,” tegasnya.
‎
‎Dari informasi awal, peristiwa ini diduga terjadi setelah para terlibat baru saja usai mengonsumsi minuman beralkohol di sekitar lokasi.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup