Tarif Parkir RSUD Kendari Dikeluhkan Warga, Datang Berobat Bukan Mau Jalan-Jalan‎

Tarif Parkir RSUD Kendari Dikeluhkan Warga, Datang Berobat Bukan Mau Jalan-Jalan. Foto: Istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Tarif parkir kendaraan roda dua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menuai sorotan. Warga mengeluhkan pungutan yang dianggap terlalu tinggi dan membebani keluarga pasien yang datang untuk berobat.

‎Keluhan itu salah satunya disampaikan oleh Herlina (48). Ia mengaku kaget saat mengetahui biaya parkir motornya mencapai Rp9.000 setelah menunggu suaminya berobat selama tiga jam lebih.

‎“Biasanya di rumah sakit lain di Kendari saya hanya bayar Rp5.000. Tapi kemarin diminta Rp9.000. Kaget sekali,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).

‎Ketika mempertanyakan tarif tersebut kepada petugas parkir, Herlina mendapat penjelasan bahwa biaya parkir ditetapkan Rp3.000 per jam.

‎“Saya bilang, di rumah sakit lain tidak begitu. Kita ini datang mau berobat, bukan jalan-jalan,” tegasnya.

‎Herlina membandingkan RSUD Kendari dengan beberapa rumah sakit lain yang pernah ia kunjungi.

‎RS Aliyah II, tempat ia pernah menjalani operasi, disebut tidak memungut biaya parkir meski kendaraannya ditinggal hingga tiga hari. RS Bahteramas, tempat ia menjalani kemoterapi, mematok biaya Rp5.000 untuk satu hari satu malam.

‎“Baru di RS Abunawas ini saya lihat tarif dihitung per jam. Tahun lalu saya bermalam di sini cuma bayar Rp5.000,” keluhnya.

‎Ia juga menyebut beberapa rekannya mengalami hal serupa. “Teman ngaji saya pernah datang berobat, belum satu jam disuruh bayar Rp7.000,” katanya.

‎Herlina menilai kebijakan tarif tersebut memberatkan masyarakat, terutama pasien dan keluarga yang harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan medis.

‎“Bayangkan kalau per jam Rp3.000, sementara kita di rumah sakit bisa berjam-jam, bahkan dari pagi sampai sore. Belum lagi kalau dokter terlambat. Ini sangat membebani,” tambahnya.

‎Ia menilai aneh bila rumah sakit pemerintah justru memungut biaya parkir lebih tinggi dibandingkan rumah sakit swasta.

‎“RS swasta saja banyak yang gratis. Kok RS pemerintah malah bayar mahal?” ujarnya heran.

‎Herlina berharap kebijakan parkir di RSUD Kendari dikaji ulang.

‎“Kalau bisa dikembalikan seperti semula. Kita masyarakat paham kalau bayar wajar, misalnya Rp5.000. Tapi jangan bebani orang yang datang karena sakit,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup