Top Up GoPay Rp700 Ribu Berujung Penipuan, Pelaku Kabur Tinggalkan Ponsel
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Seorang pemilik kios jasa transfer di Lorong Sepakat, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat kebingungan setelah diduga menjadi korban penipuan bermodus top up dompet digital. Peristiwa tersebut terjadi, Minggu (14/12/2025) siang.
Korban bernama Asdar mengungkapkan, pelaku datang ke kiosnya dan meminta dilakukan transaksi top up GoPay senilai Rp700 ribu. Setelah transaksi berhasil dikirim ke akun tujuan, pelaku berdalih lupa membawa uang dan meminta izin pergi sebentar untuk mengambilnya.
Sebagai jaminan, pelaku menitipkan sebuah ponsel di kios sebelum meninggalkan lokasi. Namun, hingga berjam-jam kemudian, pelaku tak kunjung kembali.
Kecurigaan semakin menguat setelah Asdar mencoba memeriksa ponsel tersebut. Perangkat itu diketahui dalam kondisi terkunci, tanpa kartu SIM, serta muncul notifikasi penundaan pembukaan kunci akibat kesalahan memasukkan pola berulang kali.
“Dia bilang cuma ambil uang sebentar. HP-nya dititip di kios, tapi sampai sekarang tidak datang lagi. Setelah dicek, HP terkunci dan kartunya sudah tidak ada,” kata Asdar saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).
Asdar menduga ponsel yang ditinggalkan bukan milik pelaku. Dugaan tersebut diperkuat dengan rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan pelaku sempat membuka jok sepeda motor dan berpura-pura menelepon sebelum meninggalkan kios.
“Saya curiga HP itu bukan miliknya, kemungkinan barang curian,” katanya.
Meski mengalami kerugian ratusan ribu rupiah, Asdar mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia masih membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan.
“Saya tidak mau ribut. Kalau ada itikad baik dan uang dikembalikan, masalah ini saya anggap selesai,” tegasnya.









