Gubernur Sultra Buka Posko Terpadu Siaga Bencana Nataru, Uji Protap Penanganan Longsor

Gubernur Sultra Buka Posko Terpadu Siaga Bencana Nataru, Uji Protap Penanganan Longsor. Foto: Istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Dalam rangka Natal dan tahun baru (Nataru) 2026, Posko Terpadu Siaga Bencana Alam resmi dibuka. Dalam kegjatan itu juga dirangkaikan dengan Gelar Kesiapsiagaan serta Uji Coba Prosedur Tetap (Protap) 02 Penanganan Tanah Longsor, di Kota Kendari.

‎Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen dan perhatian serius pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

‎“Kesiapsiagaan bukan hanya pernyataan, tetapi bentuk komitmen dan perhatian serius kita dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di daerah kita,” katanya.

‎Ia mengungkapkan, berdasarkan Kajian Risiko Bencana Nasional 2022–2026, Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai ancaman bencana, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

‎Tingginya intensitas curah hujan, terutama di wilayah perbukitan serta jalur transportasi antar kabupaten, kerap menjadi pemicu utama terjadinya longsor yang mengancam keselamatan jiwa dan kelancaran distribusi logistik daerah.

‎Melalui gelar kesiapsiagaan dan uji coba Protap 02 ini, kata Gubernur, pemerintah ingin memastikan seluruh unsur terkait mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan berada dalam satu sistem komando yang terkoordinasi, cepat, dan efektif.

‎“Protap ini merupakan instrumen komando yang dirancang sebagai kerangka kerja untuk memudahkan akses seluruh stakeholder, mulai dari pengerahan personel, peralatan, logistik, hingga pengaturan jalur evakuasi saat kondisi darurat,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Andi Sumangerukka menekankan bahwa momentum Natal dan Tahun Baru menjadi periode krusial yang membutuhkan peningkatan kesiapsiagaan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas transportasi, pusat keramaian, serta pelaksanaan ibadah umat Kristiani. Kecepatan dan ketepatan respons penanganan bencana, khususnya di jalur-jalur vital, dinilai sangat menentukan kelancaran perayaan akhir tahun.

‎Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum pembuktian bahwa Sulawesi Tenggara benar-benar siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk, sekaligus memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup