Ekonomi hingga Judi Online Jadi Pemicu Utama Tingginya Angka Perceraian di Kendari

Ekonomi hingga Judi Online Jadi Pemicu Utama Tingginya Angka Perceraian di Kendari. Foto: Istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Tingginya angka perceraian di Kota Kendari masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama. Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Kendari mengungkapkan, persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya rumah tangga pasangan suami istri.

‎Ia menuturkan, kesulitan ekonomi kerap bermula dari tidak terpenuhinya nafkah keluarga. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga kebutuhan rumah tangga tidak dapat dipenuhi secara layak.

‎“Faktor pertama dan paling dominan adalah masalah ekonomi. Nafkah tidak terpenuhi karena sulitnya mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

‎Selain persoalan ekonomi, fenomena judi online dan pinjaman online (pinjol) juga dinilai semakin marak dan memberikan dampak besar terhadap keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak keluarga terjerat utang akibat iming-iming keuntungan instan maupun bantuan fiktif yang ditawarkan melalui media sosial.

‎“Secara pribadi, sebagai pimpinan Pengadilan Agama Kendari, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan masyarakat agar menjauhi judi online, pinjaman online, serta berbagai bentuk transaksi bodong yang mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga,” katanya.

‎Faktor lain yang turut memicu perceraian adalah penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, yang hingga kini masih sering ditemukan dalam perkara perceraian yang ditangani PA Kendari.

‎Tak kalah memprihatinkan, kemajuan teknologi juga memicu meningkatnya kasus perselingkuhan, baik adanya wanita idaman lain (WIL) maupun pria idaman lain (PIL). Kehadiran pihak ketiga ini dinilai menjadi salah satu penyebab dominan rusaknya ikatan pernikahan.

‎“Adanya pihak ketiga sangat merusak rumah tangga, dan angkanya cukup tinggi di Kota Kendari,” jelasnya.

‎Selain itu, faktor moral dan ketidakcocokan karakter pasangan juga menjadi pemicu, seperti sikap temperamental, kurangnya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan, rendahnya kesetiaan, hingga hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) akibat pekerjaan atau merantau.

‎“Kondisi LDR sering membuka peluang terjadinya perselingkuhan, baik dari pihak suami maupun istri,” tambahnya.

‎Berbagai faktor tersebut, kata dia, menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian di Kota Kendari dan diharapkan menjadi perhatian bersama agar keharmonisan rumah tangga dapat terus terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup