Angin Kencang dan Ombak Besar Terjang Saponda Darat, Puluhan Rumah Rusak dan Perahu Nelayan Hancur
KONAWE, SULTRAINFORMASI.ID – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras dan ombak besar menerjang Desa Saponda Darat, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu malam (12/01/2026) sekira pukul 19.30 WITA.
Terjangan alam tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak parah serta merusak sejumlah perahu nelayan.
Data sementara mencatat sedikitnya 32 rumah warga terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap yang terlepas dan roboh akibat kuatnya terpaan angin.
Kepala Desa Saponda Darat, Baharuddin, mengungkapkan bahwa bencana tersebut juga menghantam sektor perikanan warga. Sekitar 20 unit perahu katinting milik nelayan dilaporkan rusak berat, bahkan beberapa di antaranya hancur dan patah setelah dihantam gelombang laut yang tinggi.
“Bukan hanya rusak, dua nelayan juga kehilangan bodi perahu beserta mesin saat melaut. Sampai sekarang belum diketahui apakah perahu dan mesin itu tenggelam atau terbawa arus,” kata Baharuddin, Selasa (13/01/2026).
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dua nelayan yang sempat terombang-ambing di laut berhasil diselamatkan oleh rekan mereka setelah terlihat berenang sambil meminta pertolongan di tengah cuaca buruk.
Baharuddin menambahkan, peristiwa ini mengingatkan warga pada kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun 1983 silam, ketika angin kencang dan gelombang besar juga menyebabkan kerusakan rumah warga secara meluas.
Saat ini, warga Desa Saponda Darat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Konawe, khususnya bantuan darurat dan penanganan pascabencana. Pasalnya, sebagian besar warga terdampak berprofesi sebagai nelayan yang kini kehilangan alat utama untuk mencari nafkah.
“Masyarakat sangat membutuhkan bantuan, terutama bagi nelayan yang perahunya rusak atau hilang,” harap Baharuddin.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa bersama warga masih melakukan pendataan kerusakan serta membersihkan puing-puing bangunan akibat terjangan cuaca ekstrem tersebut.









