Ricuh di Kampus Unsultra, Segel Gedung Rektorat Dibuka Paksa Pihak Yayasan‎

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Konflik berkepanjangan soal kepemilikan Yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali memuncak dan berujung ricuh. Gedung Rektorat Unsultra yang sebelumnya disegel oleh pihak rektorat, dibuka secara paksa oleh keluarga pemilik Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara (YPT Sultra).

‎Insiden itu terjadi di lingkungan Kampus Unsultra, Kota Kendari, Kamis (15/01/2026), dan memicu ketegangan terbuka antara pihak yayasan dan manajemen kampus. Pembukaan paksa segel disebut sebagai puncak dari polemik panjang yang selama ini membelit kepemilikan yayasan yang menaungi Unsultra.

‎Kericuhan tak terelakkan saat pihak yayasan berhadapan langsung dengan Kepala Bagian Umum Unsultra, Rafiudin. Yayasan menuding Rafiudin telah melakukan penyegelan gedung rektorat secara sepihak tanpa persetujuan resmi yayasan, serta dinilai berpihak kepada rektor sebelumnya yang telah diberhentikan.

‎Kuasa hukum pemilik yayasan, Ardi Hazim, membenarkan pembukaan segel gedung tersebut. Ia menyatakan langkah itu diambil lantaran pihak yayasan akan menggelar rapat internal yang dinilai krusial bagi masa depan kampus.

‎“Pembukaan segel dilakukan karena yayasan akan menggelar rapat internal. Rapat ini penting untuk membahas pemilihan rektor serta upaya pemulihan aktivitas akademik agar kembali normal,” kata Ardi Hazim.

‎Ardi menegaskan, secara hukum Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara kini memiliki legitimasi yang sah. Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan terbitnya Administrasi Hukum Umum (AHU) terbaru pada 6 Januari 2026 yang secara resmi menggantikan AHU sebelumnya.

‎Tak hanya itu, yayasan juga telah memberhentikan Rektor Unsultra, Prof. Andi Bahrun, dan menunjuk Abdul Nasar sebagai Pelaksana Rektor Universitas Sulawesi Tenggara.

‎Pasca kericuhan, aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar kawasan kampus untuk mengantisipasi potensi konflik susulan. Sementara itu, aktivitas kampus dilaporkan masih berlangsung, meski dalam pengawasan ketat pihak keamanan.

‎Ketegangan ini menambah daftar panjang konflik internal Unsultra yang belum menemukan titik temu, dan dikhawatirkan terus berdampak pada stabilitas akademik serta kenyamanan civitas kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup