500 Hektare Sawah di Labulu-bulu Muna Mengering Total, Warga Soroti Kegagalan Irigasi Pemerintah
MUNA, SULTRAINFORMASI.ID – Krisis pertanian tengah menghantam Desa Labulu-bulu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sekitar 500 hektare sawah dilaporkan mengering 100 persen, membuat ratusan petani terancam gagal panen dan kehilangan sumber penghidupan.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam warga terhadap pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang dinilai abai terhadap persoalan krusial irigasi.
Salah seorang warga Desa Labulu-bulu dalam rekaman video yang beredar di media sosial mengungkapkan bahwa pengerjaan bendungan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) di Desa Wakomoro, Laiba, dan Latampu yang rampung pada Desember lalu tidak memberi dampak apa pun bagi persawahan mereka.
“Kami masyarakat Desa Labulu-bulu sangat kecewa. Banyak saluran air yang patah, bocor, bahkan ada yang sama sekali tidak dialiri air,” kata warga tersebut sambil memperlihatkan kondisi sawah yang kering.
Ironisnya, kekeringan ini terjadi di tengah gencarnya program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Warga menilai, Pemkab Muna dan pihak terkait gagal mengawal infrastruktur pengairan, padahal irigasi merupakan tulang punggung kehidupan petani.
“Kalau petani gagal panen musim ini, maka Pemda Muna kami anggap gagal total mendukung program ketahanan pangan Presiden,” tegas warga tersebut.
Desa Labulu-bulu diketahui memiliki sekitar 90 persen penduduk yang menggantungkan hidup dari pertanian sawah. Tanpa pasokan air, ancaman krisis ekonomi di tingkat desa menjadi tak terelakkan.
Warga pun mendesak Pemkab Muna, DPRD Kabupaten Muna, serta pihak BWS untuk segera turun ke lapangan, meninjau kondisi saluran irigasi, dan menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar janji.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pertanian Kabupaten Muna maupun Balai Wilayah Sungai belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat Desa Labulu-bulu.









