Dulu Menang, Kini Ditinggal: Wabup Kolut Bongkar Kekecewaan ke Pemprov Sultra
KOLUT, SULTRAINFORMASI.ID – Wakil Bupati Kolaka Utara, Jumarding, melontarkan sindiran halus kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, terkait minimnya perhatian dan realisasi pembangunan di Kabupaten Kolaka Utara.
Dalam pernyataannya, Jumarding menilai Pemerintah Provinsi Sultra terkesan lebih sibuk berbicara soal tanggung jawab ke pemerintah pusat, sementara berbagai persoalan dan kebutuhan daerah justru belum tersentuh.
“Kita saja di daerah ini terlalu banyak masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Begitu juga provinsi, daripada bicara balai ke pusat, tanggung jawab di Kolaka Utara saja tidak ada yang dikerja,” kata Jumarding, saat di wawancara, Senin (09/02/2026).
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah janji pembangunan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun lalu di Kota Baubau, namun hingga kini belum ada satu pun yang terealisasi.
Beberapa program yang disoroti antara lain pembangunan jalan sepanjang 5 hingga 10 kilometer per ibu kota kecamatan, pembangunan tambatan perahu di Tolala, hingga proyek di Lametonda yang disebut tak kunjung berjalan.
“Semua dijanjikan, tapi tidak ada yang jadi. Saya bertanya, ada apa dengan pemerintah provinsi sekarang? Seolah-olah Kabupaten Kolaka Utara tidak dilihat,” tegasnya.
Jumarding juga membandingkan kondisi saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sultra selama 10 tahun. Kala itu, menurutnya, Kolaka Utara rutin mendapatkan alokasi anggaran dari provinsi sebesar Rp5 hingga Rp10 miliar setiap tahun.
Namun ironisnya, setelah Kolaka Utara memberikan kemenangan signifikan bagi pasangan Gubernur Sultra pada Pilgub 2025, daerah tersebut justru disebut tidak mendapatkan kejelasan anggaran pada tahun 2026.
“Kolaka Utara menang besar, tapi tidak dapat apa-apa. Tahun 2026 pun tidak ada kejelasan lagi,” katanya.
Lebih lanjut, Jumarding menceritakan pengalamannya saat mencoba berkomunikasi dengan Ketua Tim Percepatan Pembangunan yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Sultra, Purnomo. Saat menanyakan rencana kunjungan ke Kolaka Utara, ia justru mendapat jawaban yang mengejutkan.
“Saya tanya, ‘Pak kapan jalan-jalan ke Kolaka Utara?’ Jawabannya, Terlalu jauh. Saya spontan bilang, kenapa baru sekarang dibilang jauh? Dulu sering bolak-balik,” ungkapnya.
Pernyataan Wabup Kolaka Utara ini menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah Kolaka Utara.









