Supplier Ngamuk Usai Kontrak Diputus Sepihak oleh Kepala Dapur SPPG di Kendari
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Suasana di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Perumahan Lepo-Lepo Mas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak mencekam.
Seorang supplier (Pemasok) bahan pangan tak kuasa membendung amarahnya dan melabrak kantor tersebut setelah didepak secara sepihak dari daftar penyedia bahan makanan.
Aksi protes keras yang terekam dalam video amatir tersebut memperlihatkan ketegangan antara supplier dengan petugas keamanan, ahli gizi, serta karyawan SPPG Baruga Lepo-Lepo II.
Pemicu utama konflik ini adalah keputusan Kepala Dapur SPPG berinisial FR yang diduga mengganti supplier tanpa restu dari mitra atau pemilik dapur. Padahal, secara prosedural, kewenangan penunjukan atau penggantian penyedia bahan berada sepenuhnya di tangan mitra pemilik, bukan kepala operasional dapur.
Wa Ode Ima, supplier (Pemasok) yang merasa dizalimi, angkat bicara mengenai kejanggalan ini. Menurutnya, pemutusan kerja sama tersebut terasa sangat mendadak dan melangkahi aturan main.
”Saya diberhentikan sepihak oleh Kepala Dapur SPPG tanpa persetujuan pemilik dapur. Padahal saya punya perjanjian resmi dengan mitra. Ini aneh, seharusnya bukan kapasitas Kepala SPPG untuk mengurus hal teknis seperti ini,” kata Ima, Rabu (11/02/2026).
Konflik bermula saat FR mengeluhkan kualitas buah dan sayur yang disuplai oleh Ima kepada pemilik dapur, Hj. Patmawati. FR mengklaim banyak bahan yang tidak sesuai spesifikasi. Namun, tuduhan ini dibantah keras oleh Ima.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan kecil dalam pengiriman partai besar adalah hal yang lumrah dan selalu segera diganti.
Dari 40 kg sayur, hanya sekitar 4 kg yang rusak dan langsung diganti dengan yang segar.
Hj. Patmawati sebenarnya menolak permintaan FR untuk mengganti Ima, mengingat kerja sama telah terjalin solid sejak November 2025.
Dugaan adanya motif personal semakin menguat setelah FR diketahui tetap menghubungi supplier lain secara diam-diam. Ironisnya, pesanan bahan untuk satu minggu ke depan sudah dilakukan kepada pihak baru tanpa sepengetahuan pemilik dapur.
”Yang lebih aneh, pemilik dapur baru diberi tahu setelah orderan dilakukan. Supplier baru yang ditunjuk itu diduga adalah teman dekat FR sendiri,” ungkap Ima.
Ima mengaku sempat mencoba jalur komunikasi baik-baik melalui pesan singkat dan telepon, namun diabaikan oleh FR. Saat ia mendatangi lokasi pada 23 Januari lalu untuk meminta penjelasan, FR justru tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Baruga Lepo-Lepo II, FR, masih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media belum mendapatkan respons sedikit pun terkait tudingan pemutusan kontrak sepihak dan dugaan penunjukan supplier secara subjektif tersebut.









