Polresta Kendari Ungkap 4 Kasus Besar, Pembunuhan Berencana Hingga Curanmor di 76 TKP Wilayah Sultra
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Sepanjang awal 2026, jajaran Polresta Kendari mengungkap empat kasus besar yang menjadi atensi publik di wilayah hukumnya.
Pengungkapan tersebut dipimpin langsung oleh selaku Kapolda Sulawesi Tenggara. Kehadirannya didampingi Wakapolda Gidion Arief Setyawan, Dirkrimsus Kombes Pol Dody Ruyatman, serta Kabid Humas Kombes Pol Lis Kristian.
Turut hadir Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka dan Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau bersama tim Buser77 yang menjadi ujung tombak pengungkapan kasus.
Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Polresta Kendari. Ia menegaskan, kehadirannya secara langsung merupakan bentuk dukungan dan kebanggaan terhadap capaian jajarannya.
“Saya hadir sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Polres jajaran. Saya bangga kepada Kapolresta Kendari, khususnya Kasat Reskrim dan Tim Buser77 atas pengungkapan empat kasus atensi ini,” kata Didik Agung, Rabu siang, (18/02/2026).
Adapun empat kasus besar yang diungkap yakni:
1. Pembunuhan Berencana Disertai Perampokan di Mandonga.
Peristiwa tragis yang menimpa AE (57) di kediamannya di Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Mandonga, pada Sabtu (31/1/2026) turut diungkap. Kasus ini menjadi perhatian karena diduga merupakan pembunuhan berencana yang disertai aksi perampokan.
2. Jaringan Curanmor 62 TKP Lintas Provinsi.
Pada Rabu (28/01/2026), aparat membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor dengan total 62 tempat kejadian perkara (TKP) yang beroperasi lintas provinsi. Tiga pelaku utama berinisial PA, KI, dan SA berhasil diamankan.
3. Pembunuhan Sekuriti Biliar di Abeli.
Kasus pembunuhan terhadap seorang sekuriti tempat biliar di Jalan Wedahu, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, yang terjadi Senin (02/02/2026) juga berhasil diungkap dalam waktu singkat.
4. Komplotan Pencurian Rumah Kosong.
Polisi meringkus lima pelaku berinisial AR, AC, DA, AL, dan AS pada Kamis (22/01/2026). Mereka diduga beraksi di sejumlah lokasi dengan menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya.









