Diperiksa di Lanud Haluoleo, Oknum TNI Lanud Haluoleo, Bantah 7 Kali Beli Motor Curian

KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Seorang oknum anggota TA GPL Lanud Haluoleo, PRADA TH, menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menjerat dua tersangka berinisial MAY dan RS.

‎Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polresta Kendari pada Rabu, 25 Februari 2026 sekira pukul 21.30 WITA di Pangkalan Udara Haluoleo Kendari. Proses pemeriksaan tersebut turut didampingi piket Provost dan anggota POM AU Lanud Haluoleo.

‎Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merujuk pada Laporan Polisi Nomor: B/44/I/2026/SPKT/Polres Kendari/Polda Sulawesi Tenggara tertanggal 28 Januari 2026. Hingga proses pemeriksaan berakhir, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

‎“Dalam keterangannya, PRADA TH mengaku tidak mengenal kedua tersangka. Ia mengaku hanya satu kali bertemu saat transaksi jual beli satu unit motor Honda CRF warna merah. Motor itu kini telah diamankan dan dikembalikan ke Polsek Ranomeeto,” kata Welliwanto, Jumat (27/02/2026).

‎PRADA TH juga secara tegas membantah tudingan telah membeli sepeda motor Yamaha Mio M3 warna biru bernomor polisi A 5188 JH seharga Rp1,7 juta, sebagaimana disebut dalam berkas perkara. Ia menegaskan tidak pernah melakukan transaksi pembelian kendaraan tersebut, baik dengan tersangka MAY maupun RS.

‎Namun demikian, dalam pengakuannya kepada penyidik, kedua tersangka justru mengklaim telah tujuh kali menjual motor hasil curian kepada PRADA TH. Klaim ini menjadi fokus pendalaman aparat untuk menguji konsistensi keterangan serta menelusuri kemungkinan adanya peran sebagai penadah.

‎“Pengakuan para tersangka tentu kami dalami. Penyidik masih terus mengembangkan perkara ini untuk memastikan alur distribusi motor hasil curian dan mengungkap kemungkinan adanya jaringan penadah,” tegasnya.

‎Kasus ini menjadi sorotan lantaran menyeret nama oknum aparat. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan profesional dan transparan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup