Kepala Staf Presiden Dudung Bantu SLB Kusuma Bangsa Kendari, Hadiahkan Bus dan Naikkan Insentif Guru
KENDARI, SULTRAINFORMASI.ID – Suasana haru menyelimuti Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan bantuan berupa satu unit bus operasional dan tambahan insentif bagi para guru.
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi sekolah yang selama bertahun-tahun berjuang melayani anak-anak berkebutuhan khusus di tengah berbagai keterbatasan.
Bantuan simbolis berupa bus operasional diserahkan melalui Tenaga Ahli Utama Penugasan Khusus, Amar M., kepada Ketua Yayasan SLB Kusuma Bangsa, Yafsin Yaddi, di kawasan sekolah tepatnya di Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sabtu (04/07/2026).
Amar menjelaskan, bantuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima Kantor Staf Presiden melalui program KSP Mendekat saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Kendari sekitar satu bulan lalu.
Setelah melihat langsung kondisi sekolah, pihaknya mengaku prihatin dengan perjuangan yayasan yang sejak 2014 tetap bertahan melayani anak-anak berkebutuhan khusus meski dalam berbagai keterbatasan.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi sekolah adalah tidak adanya kendaraan operasional sehingga pihak yayasan harus menjemput siswa satu per satu agar tetap bisa mengikuti proses belajar.
“Alhamdulillah, hasil kunjungan kami telah kami laporkan kepada pimpinan. Hari ini terbukti bahwa negara hadir. Atas inisiatif Bapak Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, beliau langsung menyampaikan kepada saya agar segera memberikan bantuan berupa kendaraan operasional untuk mengangkut dan menjemput adik-adik agar mereka juga memperoleh hak pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya,” kata Amar di lokasi, Sabtu (04/07/2026).
Selain bus operasional, Amar juga menyampaikan kepada Kepala Staf Presiden mengenai kesejahteraan guru-guru SLB Kusuma Bangsa yang selama ini hanya menerima honor Rp500 ribu per bulan.
Menurutnya, kondisi tersebut langsung mendapat perhatian sehingga diputuskan adanya tambahan insentif yang mulai diberikan sejak 1 Juli 2026 dan akan terus disalurkan hingga para guru memperoleh sertifikasi.
Tak hanya itu, Kepala Staf Presiden juga berkomitmen membangun asrama bagi siswa SLB Kusuma Bangsa. Saat ini proses perencanaan telah dimulai dan pembangunan pagar akan menjadi pekerjaan pertama sebelum pembangunan fisik asrama dilaksanakan.
“Karena beliau Bapak Dudung Abdurachman berkomitmen agar setiap anak memperoleh hak pendidikan yang setara dan layak,” jelas dia.
Dalam kesempatan tersebut, Amar berharap kepedulian yang ditunjukkan Kepala Staf Presiden dapat menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Meski melontarkan kritik, Amar menegaskan bantuan Kepala Staf Presiden bukan untuk menyalahkan pihak mana pun.
Ia mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, para donatur, dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama memberi perhatian kepada pendidikan anak berkebutuhan khusus agar semakin banyak yang merasakan kehadiran negara.
Sementara itu, Guru PPKn SLB Kusuma Bangsa, Sujono Said, mengaku bantuan tersebut menjadi penyemangat baru bagi para guru yang selama ini mengabdi dengan penghasilan minim.
“Tapi dengan adanya bantuan ini, utamanya tambahan insentif, istilahnya lebih meningkatkan kinerja dalam mengajar di SLB Kusuma Bangsa ini. Insya Allah,” kata Sujono di lokasi, Sabtu (04/07/2026).
Apresiasi juga datang dari Rembuk Pemuda Sultra. Perwakilannya, Aswar, menilai kehadiran Kantor Staf Presiden menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan sekolah luar biasa.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membuka mata, membuka hati untuk lebih memperhatikan seluruh aspek, terutama di bidang pendidikan,” tutup Aswar di lokasi, Sabtu (04/07/2026).









